Para Pelatih Dunia Kompak: Tidak Ada Lawan Mudah di Piala Dunia 2026, Brasil hingga Inggris Waspada Kejutan
SinPo.id - Piala Dunia 2026 akan digelar pada 11 Juni–19 Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah: 48 negara. Para pelatih dari tim unggulan maupun debutan kompak menegaskan satu pesan: era tidak ada lagi tim kecil di Piala Dunia.
Pelatih tim nasional Brasil Carlo Ancelotti menegaskan tidak ada tim yang lemah di Grup C Piala Dunia 2026, di mana skuadnya bergabung dengan Maroko, Haiti, dan Skotlandia.
"Kami sangat menghormati lawan-lawan kami di grup. Mereka semua tim yang kuat," ujar Ancelotti, dikutip dari laman Federasi Sepak Bola Brasil (CBF), Sabtu.
Juru taktik asal Italia itu menyebut Maroko merupakan tim yang tampil sangat baik di Piala Dunia 2022 hingga berhasil menembus semifinal. Ia menilai Maroko memiliki skuad solid dengan performa yang masih stabil sampai saat ini. Sementara Skotlandia dan Haiti juga memiliki kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Motivasi Haiti untuk tampil di Piala Dunia setelah penantian 52 tahun menjadi perhatian khusus Brasil, begitu pula Skotlandia yang kembali ke panggung tertinggi setelah terakhir tampil di edisi 1998.
"Karena itulah kami mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin untuk Piala Dunia. Kami terus meningkatkan kualitas. Kami bekerja keras untuk menang," kata Ancelotti.
Sebagai persiapan pamungkas, Brasil akan menjalani dua laga uji coba melawan Prancis dan Kroasia pada Maret nanti di Amerika Serikat. “Pertandingan itu akan menunjukkan sejauh mana level kami saat ini,” tambah Ancelotti.
Keyakinan serupa datang dari pelatih tim nasional Curacao, Dick Advocaat. Ia menegaskan debutan seperti timnya tidak hanya akan sekadar hadir di Piala Dunia 2026.
“Tidak peduli tim mana yang kami hadapi, ini sangat menarik. Kami adalah tim yang bekerja sangat keras… Kami sulit untuk dikalahkan," ujar Advocaat. Curacao berada di Grup E bersama Jerman, Pantai Gading, dan Ghana.
Pelatih Yordania, Jamal Sellami, juga menegaskan ambisinya:
"Ini adalah awal dari fase baru bagi Yordania, untuk lebih sering hadir di Piala Dunia."
Adapun Uzbekistan di bawah Fabio Cannavaro juga siap menikmati tantangan bersama Portugal dan Kolombia di Grup K.
“Kami harus menikmati setiap pertandingan dan lihat apa yang terjadi,” ujar Cannavaro.
Di Grup L, pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel menegaskan target tinggi mereka.
"Kami ingin lolos dan memenangkan grup meski itu grup yang berat," ujar Tuchel.
Inggris akan menghadapi Kroasia, Ghana, dan Panama yang ia sebut sebagai “kuda hitam.”
"Ghana selalu penuh talenta… Panama juga akan berusaha memaksimalkan peran mereka sebagai tim kuda hitam. Tidak ada yang boleh diremehkan," tegasnya.
Sementara itu, pelatih tim nasional Jerman Julian Nagelsmann mengakui perjalanan Grup E tidak akan mudah, meski Jerman berstatus raksasa dunia.
"Ini bukan grup yang benar-benar mudah… Anda tidak ingin tiga lawan yang mudah. Kami mau didorong dan menguji diri sendiri," ujar Nagelsmann.
Ia menegaskan bahwa Curacao, Pantai Gading, dan Ekuador memiliki kekuatan yang patut diwaspadai. “Salah kalau kami meremehkan mereka,” katanya

