Kemenag Proaktif Rumuskan “The Prabowo’s Way”, Respons Pidato Presiden di PBB

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 28 November 2025 | 04:23 WIB
Kemenag Proaktif Rumuskan “The Prabowo’s Way”, Respons Pidato Presiden di PBB (SinPo.id/Kemenag)
Kemenag Proaktif Rumuskan “The Prabowo’s Way”, Respons Pidato Presiden di PBB (SinPo.id/Kemenag)

SinPo.id - Kementerian Agama merampungkan rangkaian seminar di empat Universitas Islam Negeri (UIN) sebagai langkah strategis untuk menyusun framework “The Prabowo’s Way”, sebuah kerangka konseptual yang mengartikulasikan gagasan Presiden Prabowo Subianto usai pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), 23 September 2025 lalu.

Pernyataan Presiden Prabowo yang menegaskan komitmen Indonesia terhadap keadilan global, pembelaan terhadap Palestina, penguatan multilateralisme, serta kesiapan mengirim hingga 20.000 pasukan penjaga perdamaian menuai respons internasional yang luas. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut gagasan tersebut perlu segera direspons secara akademik dan diplomatik.

“Kementerian Agama proaktif mengartikulasi pernyataan Presiden di New York, di UN (United Nation), dan juga di beberapa negara berpenduduk muslim yang kemudian menjadi viral. Viral-nya sangat positif, dan kita bangga sebagai warga negara Indonesia ketika berada di luar negeri,” ujar Menag, Kamis, 27 November 2025. 

Sejumlah media internasional bahkan mulai membingkai gagasan Presiden Prabowo dengan istilah seperti The Second Sukarno, The Prabowo Way, The Prabowo’s Ways, hingga The Prabowo Solution.

“Di luar negeri muncul banyak istilah baru seperti The Second Sukarno, The Prabowo’s Ways, dan The Prabowo Solution. Nah, apa muatan dari semua itu? Karena isu-isu ini berkembang di ruang akademik dunia, maka kami tunjuk empat UIN untuk menerjemahkan dan mengartikulasikan pernyataan Presiden Prabowo di luar negeri tersebut,” jelasnya.

Empat UIN, Empat Fokus Strategis

Seminar pertama digelar di UIN Alauddin Makassar untuk memetakan substansi gagasan besar Presiden yang oleh media internasional dikategorikan sebagai The Prabowo’s Way. Pembahasan mencakup visi Indonesia dalam memperbaiki geopolitik global serta penguatan peran Indonesia dalam stabilitas kawasan.

Seminar kedua berlangsung di UIN Sumatera Utara, Medan, menghadirkan pakar dan perwakilan negara-negara tetangga untuk mengkaji implikasi gagasan Presiden bagi Asia Tenggara dan kerja sama kawasan.

“Kita tidak ingin gagasan-gagasan cerdas Pak Presiden malah ditindaklanjuti lebih dulu oleh negara lain. Dari informasi yang kami baca, Turki, Mesir, dan Saudi Arabia sudah mulai merespons pernyataan Presiden Prabowo. Karena itu, kita harus mengartikulasikannya melalui rangkaian seminar di empat UIN ini,” kata Menag.

Seminar ketiga di UIN Sunan Ampel Surabaya mengangkat kearifan lokal pesantren sebagai fondasi peradaban Islam moderat. Pesantren dipandang sebagai model pendidikan karakter dan spiritualitas yang dapat diproyeksikan sebagai kontribusi Indonesia bagi dunia Islam dan komunitas global.

Seminar keempat di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi tahap akhir penyusunan artikulasi akademik. Pada tahap ini, temuan dari seluruh seminar disintesiskan menjadi naskah konseptual The Prabowo’s Way yang siap diserahkan kepada Presiden.

“UIN Jakarta akan merumuskan artikulasi yang menantang dan produktif. Naskah ini akan kami serahkan kepada Bapak Presiden melalui Menteri Luar Negeri. Kementerian Luar Negeri nantinya akan menindaklanjuti sebagian dari artikulasi seminar ini sebagai bagian dari penguatan gagasan Presiden,” ujar Menag Nasaruddin.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI