Fraksi NasDem Sayangkan Impor 250 Ton Beras ke Sabang di Tengah Surplus Nasional
SinPo.id - Fraksi Partai NasDem DPR RI menyayangkan adanya impor 250 ton beras ke Sabang, Aceh. Apalagi, impor itu dilakukan di tengah capaian kemandirian pangan dan mencatatkan surplus beras di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"Di saat Indonesia mencatat panen raya dengan stok beras melimpah, sangat disayangkan jika tetap dilakukan impor dari negara lain," kata Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat di Jakarta, Selasa, 25 November 2025.
Viktor mengingatkan bahwa Presiden Prabowo telah menyampaikan capaian mengagumkan Indonesia dalam kemandirian pangan dengan cadangan beras mencapai 4 juta ton, di dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York, Amerika Serikat.
Fraksi NasDem menekankan bahwa kebutuhan beras di Sabang, Aceh, seharusnya dapat dipenuhi dari stok beras nasional yang melimpah, tanpa harus mengandalkan impor.
"Keberhasilan Indonesia memiliki cadangan beras 4 juta ton menunjukkan kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Oleh karena itu, mari kita jaga kedaulatan dan wibawa pangan Indonesia dengan mengoptimalkan stok dalam negeri tanpa bergantung pada impor," ujarnya.
Oleh karena itu, dia mengingatkan perlunya koordinasi yang matang dan komprehensif antara Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BKPS) dengan pemerintah agar setiap kebijakan yang diambil sejalan dengan visi besar Indonesia dan tidak menimbulkan kebijakan yang kontraproduktif.
"Kami mendorong adanya koordinasi yang lebih komprehensif antara BKPS dan pemerintah agar kebijakan yang diterbitkan tidak bertentangan dengan arah kebijakan pembangunan nasional," ujarnya.
Menurut Viktor, momentum kemandirian pangan nasional semakin nyata berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukkan produksi beras nasional hingga Oktober 2025 mencapai 31,04 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi nasional sekitar 27,3 juta ton. Dengan demikian, Indonesia mencatat surplus sekitar 3,7 juta ton.
Fraksi Partai NasDem DPR RI menegaskan bahwa prestasi kemandirian pangan yang telah dicapai harus optimal dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
"Kami berharap peristiwa ini tak terulang demi menjaga kehormatan dan kewibawaan negara yang kita cintai. Salam restorasi!" ucapnya.

