Home /

Polri Intensifkan Operasi Kemanusiaan bagi Warga Terdampak Erupsi Semeru

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 22 November 2025 | 21:51 WIB
Anggota Polri di lokasi terdampak erupsi Semeru (SinPo.id/ Humas Polri)
Anggota Polri di lokasi terdampak erupsi Semeru (SinPo.id/ Humas Polri)

SinPo.id - Polda Jawa Timur terus mengintensifkan operasi kemanusiaan bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Informasi ini disampaikan sebagai bentuk transparansi  upaya penyelamatan, dukungan logistik, dan pemulihan psikososial di Kabupaten Lumajang terus berlanjut melalui kerja sama erat antara Polri, pemerintah daerah, TNI, relawan, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Dansatbrimob Polda Jawa Timur, Kombes Pol Suryo Sudarmadi mengatakan, bahwa sejak Sabtu dini hari, 22 November 2025, satu Satuan Setingkat Kompi (36 personel) Satbrimob telah bergerak mendukung pemulihan warga di Kecamatan Pronojiwo.

Kegiatan dimulai sejak pukul 04.30 WIB melalui pengoperasian dapur lapangan Brimob yang setiap harinya memasak ratusan porsi makanan gratis bagi warga terdampak, para pengungsi, serta personel SAR di lapangan. Di tengah hawa dingin dan situasi darurat pasca erupsi, aroma masakan dari tenda Brimob menjadi penanda hadirnya harapan, sekaligus titik hangat yang mempererat kebersamaan.

"Polri berkomitmen untuk terus menyampaikan perkembangan penanganan Semeru secara cepat, transparan, dan responsif, sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat dalam situasi bencana," kata Suryo dalam keterangannya.

Pada pukul 09.00 WIB, kata Suryo, upaya pemulihan psikososial diwujudkan melalui kegiatan trauma healing di SDN 04 Pronojiwo yang dipimpin Bripka Arif bersama dua personel lainnya.

"Melalui permainan edukatif, aktivitas kreatif, dan pendampingan emosional, anak-anak diarahkan untuk kembali merasa aman dan mampu melepaskan ketegangan pasca bencana," kata dia.

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce menegaskan, distribusi dilakukan dengan mengedepankan sisi humanis.

"Seluruh distribusi bantuan dilakukan secara humanis dan penuh empati karena para pengungsi masih berada dalam kondisi trauma," kata Pasma.


 

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI