Tembok Sekolah di Palmerah Roboh Timpa Motor Warga, Polisi Selidiki

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 22 November 2025 | 05:36 WIB
Ilustrasi garis polisi (SinPo.id/Getty Images)
Ilustrasi garis polisi (SinPo.id/Getty Images)

SinPo.id -  Kepolisian tengah menyelidiki penyebab robohnya tembok pembatas SDN 01 dan 02 serta SMPN 130 di Kelurahan Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, yang menimpa sejumlah sepeda motor milik warga pada Rabu 20 November 2025.

"Sampai sekarang masih kita lidik," kata Kapolsek Palmerah Kompol Gomos Simamora saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Petugas telah memasang garis polisi dan melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) untuk mengamankan lokasi dan memulai penyelidikan lebih lanjut.

Gomos belum dapat membeberkan penyebab robohnya tembok setinggi tiga meter tersebut. "Masih dilidik. Nanti akan disampaikan update-nya," ujarnya.

Diduga Akibat Tumpukan Tanah Proyek Renovasi dan Hujan Deras

Warga sekitar menduga insiden terjadi karena tembok tidak mampu menahan tekanan tanah galian proyek renovasi sekolah yang menumpuk di baliknya, ditambah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dua hari sebelumnya.

“Dua hari kemarin itu hujan deras, ditambah ada pengeboran bikin fondasi. Jadi tanah makin padat, makanya roboh,” kata Heni (55), warga RT 13.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, empat sepeda motor warga tertimpa reruntuhan dan hingga kini belum dievakuasi.

“Alhamdulillah enggak ada korban. Anak-anak mau shalat, untung masuk gang kecil. Tapi motor tertimpa semua,” ujar Heni.

Akses Warga Tertutup, Rumah Ikut Terdampak

Pantauan lapangan Jumat siang, tembok roboh itu menutup akses gang sehingga warga harus memutar. Reruntuhan juga menutup pintu dua rumah warga di depan lokasi.

Kabel listrik ikut tertarik ke bawah hingga setinggi orang dewasa, membuat penghuni rumah diminta sementara tidak masuk ke dalam untuk alasan keselamatan.

Di area sekolah, tanah sisa proyek yang berubah menjadi lumpur kini hampir setinggi tembok sebelum roboh. Polisi memasang garis pembatas untuk mencegah warga melintas di area rawan tersebut.

Selain bagian yang roboh, tembok pembatas lain yang berdiri segaris tampak miring dan rapuh. Petugas mengimbau warga, terutama anak-anak, menjauhi lokasi.

Wali Kota: Pelaksana Proyek Harus Bertanggung Jawab

Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto menegaskan pihak kontraktor proyek renovasi sekolah harus bertanggung jawab atas kejadian yang merugikan warga.

“Pelaksana harus bertanggung jawab. Jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan,” kata Uus.

Ia menyebut robohnya tembok diduga kuat akibat beban tumpukan tanah proyek yang diperparah oleh hujan serta kondisi tembok yang sudah tua.

Uus juga meminta Sudin Pendidikan dan Sudin Sosial turun tangan untuk penyelesaian masalah dan pendampingan warga yang mengalami trauma.

Warga Alami Kerugian, Minta Ganti Rugi dan Pembersihan Lokasi

Seorang warga terdampak, Cici (51), mengaku mengalami kerugian karena motornya hancur tertimpa tembok.

“Jadi enggak bisa dagang, enggak bisa istirahat. Kalau hujan, asbes jadi bocor kena tiang listrik,” ujarnya.

Cici berharap kontraktor mengganti kerugian dan lokasi segera dibersihkan agar aktivitas warga kembali normal.

“Harapannya cepat dibersihkan, motor dievakuasi. Ini terhalang semua, ada garis polisi juga,” katanya.

Insiden robohnya tembok sekolah ini menambah daftar peristiwa pembangunan yang memunculkan pertanyaan terkait standar keselamatan proyek. Polisi, pihak sekolah, dan kontraktor kini diminta segera menuntaskan penyelidikan serta perbaikan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI