Home /

Ratusan Ribu Warga Filipina Gelar Unjuk Rasa Respons Skandal Korupsi Pengendalian Banjir

Laporan: Galuh Ratnatika
Senin, 17 November 2025 | 09:26 WIB
Ratusan ribu warga Filipina menggelar unjuk rasa menuntut pertanggungjawaban atas skandal korupsi pengendalian banjir. (SinPo.id/AP)
Ratusan ribu warga Filipina menggelar unjuk rasa menuntut pertanggungjawaban atas skandal korupsi pengendalian banjir. (SinPo.id/AP)

SinPo.id - Ratusan ribu warga Filipina menggelar unjuk rasa Manila untuk menuntut pertanggungjawaban atas skandal korupsi pengendalian banjir yang telah melibatkan anggota Kongres yang berpengaruh dan pejabat tinggi pemerintah.

Berbagai kelompok masyarakat telah melakukan protes dalam beberapa bulan terakhir menyusul ditemukannya ribuan proyek pertahanan banjir yang tidak memenuhi standar, tidak lengkap, atau bahkan sama sekali tidak ada.

"Sekitar 650.000 anggota Iglesia Ni Cristo, atau Gereja Kristus, bergabung dalam aksi unjuk rasa pada hari Minggu di Taman Rizal Manila meskipun hujan turun sebentar-sebentar," kata pihak kepolisian, dilansir dari The Independent pada Senin, 17 November 2025.

Banyak yang mengenakan kemeja putih dan membawa plakat antikorupsi. Sekitar 2.000 orang, termasuk pensiunan jenderal, mengadakan protes antikorupsi terpisah pada Minggu malam di monumen "Kekuatan Rakyat" di pinggiran kota Quezon.

"Para pencuri ini (koruptor) membuat kami sangat marah karena kami membayar pajak dan para pejabat ini hanya menjarah kas negara dan merampok masa depan kami," kata Rachel Morte, seorang warga berusia 41 tahun dari provinsi Pampanga utara yang bergabung dalam demonstrasi besar di Manila. 

"Kami berharap kami akan mendapatkan keadilan dan uang yang dicuri akan dikembalikan kepada rakyat," imbuhnya.

Iglesia sendiri merupakan kelompok masyarakat yang sangat berpengaruh dan didekati oleh para kandidat politik selama pemilihan umum. Namun saat ini mereka ikut turun ke jalan untuk menuntut keadilan bagi rakyat.

"Polisi, yang didukung oleh militer, bersiaga penuh dan mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan demonstrasi akhir pekan, yang berlangsung damai," kata Menteri Dalam Negeri Filipina, Jonvic Remulla.

Sementara itu, Istana presiden ditutup selama akhir pekan. Bahkan jalan-jalan utama di ibu kota juga dibarikade oleh polisi anti huru hara, kontainer kargo, dan kawat berduri. Namun, Kepala Kepolisian Nasional, Letnan Jenderal Jose Melencio Nartatez Jr, meminta aparat tetap bertindak humanis.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI