Fokus Deteksi Dini, Pemprov DKI Perluas Kampung Siaga TBC
SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan seluruh Rukun Warga (RW) di Ibu Kota memiliki Kampung Siaga Tuberkulosis (TBC) sebagai bagian dari upaya mempercepat eliminasi penyakit menular tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut, program ini diprioritaskan di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan tingkat risiko penularan yang besar.
“Kami ingin seluruh RW memiliki kampung siaga. Sekarang sudah ada di 563 kampung, tapi masih banyak wilayah yang harus segera dibentuk,” kata Pramono, Kamis, 13 November 2025.
Pramono menjelaskan, perluasan kampung siaga tidak hanya untuk mengobati penderita TBC, tetapi juga memperkuat sistem deteksi dini di masyarakat.
“Semakin banyak kasus ditemukan, justru semakin baik. Artinya, kita bisa intervensi lebih cepat agar tidak menular,” tuturnya.
Menurut Pramono, program ini akan melibatkan kader kesehatan, puskesmas, serta organisasi masyarakat setempat. Dia menuturkan, pemerintah daerah juga menyiapkan pelatihan bagi warga agar mampu mengenali gejala TBC dan mendorong pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.
“Pendekatan komunitas penting karena TBC bukan hanya masalah medis, tapi juga sosial. Stigma harus dihapus supaya warga tidak takut melapor,” kata Pramono.
Dia menambahkan, data Dinas Kesehatan DKI mencatat, Jakarta masih menjadi salah satu provinsi dengan jumlah kasus TBC tertinggi di Indonesia.
"Pemerintah menargetkan eliminasi TBC pada 2030 melalui deteksi aktif, pengobatan tuntas, dan pengawasan berbasis komunitas," tandasnya.

