Bawaslu Tegaskan Peran Media Penting untuk Jaga Transparansi Pemilu

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 12 November 2025 | 23:17 WIB
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja (SinPo.id/Sigit Nuryadin)
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja (SinPo.id/Sigit Nuryadin)

SinPo.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menegaskan pentingnya peran media massa dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemilu. 

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bawaslu dan Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Rabu, 12 November 2025.

Menurut dia, kerja sama yang dikemas dalam program Ruang Sinergi Humas Bawaslu dan Media Massa (Ruang Sinema) itu bertujuan memperkuat kolaborasi antara pengawas pemilu dan insan pers dalam mengawal proses demokrasi, termasuk penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) mendatang.

“Kegiatan ini keberhasilan teman-teman wartawan dan humas Bawaslu yang telah membangun jembatan komunikasi melalui Ruang Sinema,” ujar Bagja. 

Bagja menuturkan, media memiliki peran sentral sebagai pilar keempat demokrasi, terutama dalam memastikan prinsip transparansi dalam setiap tahapan pemilu.

“Prinsip pemilu adalah transparansi. Fungsi sosialisasi dan edukasi terhadap prinsip itu dilakukan bukan hanya oleh penyelenggara, tapi juga oleh teman-teman media,” tutur dia. 

Dia pun berharap, sinergi dengan media ini dapat menciptakan iklim pemberitaan yang lebih informatif dan berimbang, sekaligus mendorong partisipasi publik dalam mengawasi jalannya pemilu.

“Kita berharap semakin guyub dan bisa memberitakan masalah-masalah pemilu secara konstruktif,” harap Bagja.

Sementara itu, Ketua Umum KPP DEM Achmad Satryo Yudhantoko menyambut baik kerja sama tersebut. Dia menilai program Ruang Sinema menjadi wadah strategis bagi jurnalis untuk memperdalam pemahaman soal pengawasan pemilu dan memperkuat literasi publik terhadap proses demokrasi.

Dia menyebut, Ruang Sinema akan menjadi forum rutin antara Humas Bawaslu dan pewarta pemilu untuk membahas isu-isu kepemiluan, pelanggaran etik, serta dinamika pelaporan media dalam pengawasan pesta demokrasi.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI