Kasus Gus Elham, Menag: Segala Bentuk Pelecehan Harus Jadi Musuh Bersama

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 12 November 2025 | 21:31 WIB
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. (SinPo.id/dok. Kemenag)
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. (SinPo.id/dok. Kemenag)

SinPo.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa tidak toleransi atas segala bentuk kekerasan dan pelecehan, baik fisik, verbal, maupun seksual. 

Hal ini merespons video yang viral tentang tindakan pemuka agama asal Kediri, Jawa Timur, Elham Yahya Luqman alias Gus Elham, yang beberapa kali mencium anak kecil perempuan. 

"Kami tidak menoleransi sedikit pun tindakan yang mencederai martabat kemanusiaan. Saya tidak hanya sebagai Menteri Agama, tapi sebagai seorang manusia juga menyatakan semua yang bertentangan dengan moralitas itu harus menjadi musuh bersama," tegas Nasaruddin di Jakarta, Rabu, 12 November 2025. 

Imam Besar Masjid Istiqlal itu menekankan bahwa lembaga pendidikan harus menjadi ruang aman dan bermartabat bagi seluruh peserta didik. "Lembaga pendidikan agama harus menjadi tempat paling aman bagi anak-anak kita untuk belajar, harus menjadi contoh masyarakat yang ideal," ujarnya.

Menurut dia, Kemenag sudah memperkuat regulasi dan mekanisme pembinaan di satuan pendidikan keagamaan, yang akan mengawasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pondok pesantren dan mengeliminasi penyimpangan yang terjadi.

"Ini akan menjadi concern kami, terutama masalah terkait pondok pesantren ya. Kami sudah membentuk satuan pembinaan Pondok Pesantren, yang mana pimpinan pondok pesantren berkolaborasi untuk mengawasi dan mengeliminasi penyimpangan apapun yang terjadi di pondok pesantren," tukasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI