Gibran Tekankan Pentingnya Satu Data Nasional dalam Penanganan Stunting
SinPo.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengingatkan kepada seluruh kementerian/lembaga, serta pihak terkait, untuk memiliki basis data tunggal dalam upaya penurunan angka stunting. Hal ini penting agar semua kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran.
"Mohon untuk dicatat, semua stakeholder dalam penanganan stunting, saya harap memiliki satu basis data yang disepakati bersama," kata Gibran dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu, 12 November 2025.
Gibran mengingatkan target pemerintah untuk menurunkan angka prevalensi stunting hingga 14,2 persen pada 2029. Di 2024, prevalensi stunting berhasil turun menjadi 357 ribu anak atau 19,8 persen dibandingkan 2023 sebesar 21,5 persen. Angka prevalensi stunting 2024 itu, bahkan di bawah proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yakni 20,1 persen pada 2024.
Ia menekankan, basis data tunggal, sangat penting dalam mewujudkan target penurunan prevalensi stunting nasional tersebut.
"Jangan sampai tiap kementerian, lembaga, kepala daerah, punya data yang berbeda-beda. Semua kebijakan itu harus berbasis data agar lebih tepat sasaran. Jadi sangat penting sekali untuk masalah data," tegasnya.
Mantan Wali Kota Solo ini juga berharap kolaborasi, koordinasi, lintas sektor, ditingkatkan lagi, agar penenangnya makin maksimal.
"Penanganan Stunting ini harus komprehensif. Tadi sudah disampaikan pak Menteri (Menkes). Selain masalah kesehatan ini masalah tempat tinggal, sanitasi, air bersih, drainase sekitar rumah ini perlu prioritaskan juga," tukasnya.
