DPRD DKI Dukung Transparansi dan Edukasi Publik dalam Operasional RDF Rorotan

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 11 November 2025 | 23:13 WIB
RDF Plant Rorotan (SinPo.id/Beritajakarta)
RDF Plant Rorotan (SinPo.id/Beritajakarta)

SinPo.id - Anggota DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mendukung langkah Pemerintah Provinsi DKI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara. 

Dia menilai, evaluasi ini penting untuk memastikan fasilitas pengolahan sampah modern itu berjalan optimal tanpa menimbulkan dampak lingkungan bagi warga sekitar.

“Kami menekankan bahwa RDF ini bukan hanya soal teknologi pengolahan sampah, tetapi juga tentang edukasi publik,” kata Yuke, Selasa, 11 November.

Dia menjelaskan, masyarakat perlu memahami tujuan utama pembangunan RDF Rorotan, yakni mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang sekaligus menjadi solusi jangka panjang pengelolaan sampah di ibu kota.

Menurut Yuke, hasil penelusuran sementara menunjukkan bahwa sumber bau tak sedap yang sempat dikeluhkan warga kemungkinan besar bukan berasal dari proses pengolahan di dalam RDF, melainkan dari armada pengangkut sampah yang masih menggunakan konvektor lama.

“Sebagian kendaraan pengangkut kondisinya belum prima. Saat hujan dan sampah tercampur air, terjadi kebocoran yang menimbulkan bau di sepanjang jalur pengangkutan,” ungkap dia. 

Yuke memastikan DLH bersama pengelola RDF Rorotan telah mengambil langkah antisipatif, di antaranya memperkuat instalasi pengolahan air limbah (IPAL) melalui penambahan chemical treatment serta penyemprotan deodorisasi di area bunker untuk menekan aroma sampah semaksimal mungkin.

Dia juga menegaskan pentingnya komunikasi terbuka kepada masyarakat agar tidak timbul kesalahpahaman. 

“Informasi seperti ini harus disampaikan secara rutin di tingkat RT/RW agar warga yakin bahwa RDF tidak mencemari udara maupun air tanah. Sosialisasi yang terbuka akan membangun kepercayaan publik,” ujar Yuke. 

Yuke juga menilai RDF Rorotan sebagai langkah strategis Pemprov DKI untuk mengurangi ketergantungan terhadap Bantar Gebang sekaligus mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

“RDF Rorotan ini masih tergolong proyek baru dan percontohan nasional, jadi wajar jika di awal ada beberapa penyesuaian yang perlu dilakukan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, RDF Rorotan ditargetkan kembali beroperasi dalam dua pekan ke depan setelah proses perbaikan rampung.

 “Jika semua berjalan lancar, Desember RDF sudah bisa beroperasi normal kembali, dan pada Januari 2026 ditargetkan mampu mencapai kapasitas penuh 2.500 ton per hari,” ungkapnya.

Yuke juga berharap tambahan armada pengangkut baru yang dijadwalkan tiba pertengahan Desember dapat mempercepat optimalisasi kinerja RDF Rorotan.

“Jadi, meskipun ada sedikit keterlambatan, harapannya RDF bisa segera berfungsi penuh dan benar-benar membantu mengurangi ketergantungan Jakarta terhadap TPST Bantar Gebang,” pungkasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI