Kyai Mubarok: Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional
SinPo.id - Pengasuh Pondok Pesantren Darus Syifa YASPIDA Sukabumi, Kyai E.S. Mubarok, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penetapan Presiden ke-2 Republik Indonesia, H.M. Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional.
Ia menilai Soeharto sebagai pemimpin yang berdedikasi tinggi dalam membangun bangsa, memperkuat kehidupan umat Islam, serta menjaga stabilitas nasional yang hasilnya masih dirasakan hingga saat ini.
"Pak Harto layak diberi gelar Pahlawan Nasional. Karena saya pribadi merasakan betul hasil pembangunan yang beliau lakukan. Swasembada pangan di masa beliau nyata terasa, harga-harga terjangkau, dan rakyat bisa hidup dengan tenang. Kalau pun ada yang tidak sependapat, itu hal yang wajar dalam kehidupan berbangsa, tapi jasa beliau tetap harus dihormati,” ujar Kyai Mubarok di Sukabumi, Jumat, 8 November 2025.
Menurutnya, Soeharto tidak hanya memimpin dari sisi politik dan ekonomi, tetapi juga memberi ruang besar bagi pertumbuhan dakwah Islam, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan.
“Beliau memahami bahwa kekuatan bangsa ini bukan hanya pada pembangunan fisik, tapi juga pada kekuatan iman dan akhlak masyarakatnya,” jelas Kyai Mubarok.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa nilai-nilai kepemimpinan Soeharto sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kemaslahatan umat.
“Menjaga negara itu bagian dari ajaran Islam. Soeharto telah melaksanakan hal itu dengan kesungguhan dan pengabdian yang panjang. Beliau pemimpin yang memadukan nasionalisme dan nilai-nilai Islam dalam praktik pemerintahan,” ungkapnya.
Kyai Mubarok menilai, bangsa Indonesia perlu belajar menilai sejarah dengan cara yang bijak dan objektif.
“Tidak ada pemimpin yang sempurna, tapi keikhlasan dan pengabdian Soeharto terhadap bangsa adalah fakta sejarah yang tidak bisa dihapus. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pemimpinnya,” tegasnya.
Ia pun mengajak kalangan santri dan Nahdliyyin muda untuk mengambil teladan dari semangat kerja keras, disiplin, dan pengabdian Soeharto dalam membangun negeri.
“Pemimpin yang mengabdi untuk rakyat dan menjaga keutuhan umat layak disebut pahlawan. Penghargaan ini bukan sekadar gelar, tapi bentuk penghormatan terhadap pengabdian yang nyata,” tutupnya.

