Kementan: Hilirisasi Produk Peternakan Harus Berdaya Saing di Pasar Domestik dan Global
SinPo.id - Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung hilirisasi produk peternakan menuju daya saing yang lebih tinggi, kesejahteraan peternak, dan penguatan ketahanan pangan nasional. Tujuannya agar produk peternakan, seperti daging, telur, dan susu, memiliki nilai tambah melalui pengolahan dan dapat bersaing di pasar domestik maupun internasional.
"Kebijakan hilirisasi Kementan bertujuan untuk mengolah hasil pertanian mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi, guna meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional," kata Ketua Kelompok Fungsi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Peternakan, Direktorat Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementan, Maria Nunik Sumartini, dalam keterangannya, Sabtu, 8 November 2025.
Nunik menjelaskan, kebijakan Kementan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian, termasuk peternakan, secara konsisten menekankan perbaikan dan penerapan mutu dalam penanganan pascapanen dan pengolahan produk pertanian.
"Strategi ini merupakan bagian integral dari upaya hilirisasi dan diversifikasi produk pertanian," ucapnya.
Kementan juga mendorong agar produk pertanian tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah yang siap dipasarkan, baik domestik maupun ekspor. Sehingga meningkatkan pendapatn petani dan peternak.
Sementara itu, Dirut PT. Sinergi Pangan Mandiri, Indarto, menjelaskan mengenai perusahaanya sebagai perintis usaha tepung telur. Kendati awalnya tak mudah, namun dengan bantuan dari Kementan, usahanya kini diterima pasar dengan baik.
Menurut Indarto, Indonesia masih sangat tergantung dengan impor tepung telur utamanya dari India. Data tahun 2024, Indonesia impor tepung telur sebanyak 2500 ton pertahun. Dan perusahannya bisa mengambil sedikit dari kebutuhan nasional sudah sangat luar biasa.
"Kini pabrik kami sudah diterima pabrik mayones, makanan frozen food, dan pabrik mie," ujarnya.
Indarto berharap lebih banyak lagi perusahan-perusahan yang mau berkecimpung memproduksi tepung telur sehingga tidak lagi tergantung dengan impor dari luar.

