Pramono Minta Kawasan Pesisir Siaga Potensi Banjir Rob Awal November
SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap menghadapi potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada 6–8 November 2025. Gubernur DKI Pramono Anung menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur di wilayah pesisir utara, yang menjadi kawasan paling rentan terhadap kenaikan muka air laut.
“Wilayah pesisir seperti Penjaringan, Muara Angke, dan Kalibaru berada di garis depan dampak pasang air laut. Karena itu seluruh pompa, waduk, dan pintu air di kawasan tersebut harus dalam kondisi optimal,” kata Pramono, Jumat, 31 Oktober 2025.
Dia menjelaskan, Pemprov DKI telah menyiagakan 600 pompa pengendali banjir di 202 titik lokasi, termasuk yang berada di Waduk Pluit, yang merupakan salah satu waduk utama dengan luas 80 hektare dan kapasitas pompa 39 meter kubik per detik.
“Kami ingin memastikan kesiapsiagaan infrastruktur berjalan efektif, bukan hanya ketika banjir sudah terjadi,” tuturnya.
Selain kesiapan teknis, Pramono menekankan perlunya koordinasi lintas wilayah antara DKI dan daerah penyangga untuk meminimalkan risiko banjir gabungan, yakni banjir rob, banjir lokal, dan banjir kiriman dari hulu.
“Yang paling kami khawatirkan adalah jika banjir rob terjadi bersamaan dengan curah hujan tinggi dan air kiriman dari Bogor. Karena itu, komunikasi antarwilayah sangat penting,” kata Pramono.
Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan, Pemprov DKI tengah mempercepat normalisasi Kali Krukut dan Sungai Ciliwung guna memperkuat sistem pengendalian air di wilayah selatan Jakarta, yang berperan menahan limpasan air menuju pesisir.
Adapun berdasarkan data BMKG, pasang air laut tinggi berpotensi melanda pesisir utara Jakarta pada awal November akibat fase bulan purnama. Menurutnya, fenomena ini dapat menyebabkan air laut meluap ke daratan, terutama di kawasan rendah dan padat penduduk.
Pramono mengimbau warga pesisir agar tetap waspada dan memantau perkembangan cuaca melalui laman Nowcasting BMKG dan kanal resmi BPBD DKI Jakarta.
“Kita tidak bisa mengendalikan cuaca, tapi kita bisa memastikan kesiapsiagaan berjalan maksimal,” tandasnya.

