Ma’ruf Amin Sebut Wakaf Dapat Dimanfaatkan untuk Entas Kemiskinan
SinPo.id - Mantan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menilai, penggalangan dana umat melalui wakaf, patut dijadikan salah satu alternatif untuk mengetaskan kemiskinan di Indonesia.
"Saat ini kita memerlukan banyak dukungan. Karena masyarakat Indonesia, kan masih banyak yang miskin, masih mencapai 8 persen. Bahkan ada yang (miskin) ekstrim masih walaupun antara 0,1 persen, itu masih ada," kata Ma'ruf di acara Wakafpreneur yang digelar Forjukafi di Kantor Kemenag, MH Thamrin, Jakarta, Kamis, 30 Oktober 2025.
Ma'ruf menerangkan, dana umat melalui wakaf, juga memiliki potensi besar, untuk dapat memperkuat program pemberdayaan masyarakat. Hal ini dapat mengurangi beban yang ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Jadi dana-dana seperti hal sosial seperti ini, itu sangat diperlukan, ini tidak membebani ABBN, tapi juga dana umat, dari umat untuk umat," ucapnya.
Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu lantas mengapresiasi Forum Jurnalis Wakaf dan Zakat Indonesia (Forjukafi) yang mau terlibat dalam pengelolaan wakaf. Keterlibatan para wartawan akan membuat wakaf semakin berkembang.
"Belum pernah ada wartawan memfokuskan diri khusus masalah wakaf. Jadi ketika ada forum jurnalis wakaf, ini saya menyambut baik dan mengapresiasi ada wartawan ternyata punya perhatian besar terhadap masalah wakaf," tuturnya.
Selain itu, keterlibatan wartawan, juga akan memberi pemahaman lebih atau mengedukask masyarakat tentang wakaf. Untuk itu, ia berharap gerakan ini semakin diperluas lagi.
"Melalui media, berbagai macam media sosial, televisi, media tentang wakaf, tentang manfaat wakaf sebagai dana umat untuk kepentingan masyarakat banyak dan juga punya nilai-nilai keagamaan dan punya nilai kemasyarakatan," tukasnya.
Dalam acara tersebut, Forjukafi, melalui Yayasan Jala Surga, meluncurkan QRIS Wakaf Tunai. Peluncuran ini dilakukan setelah Forjukafi mengantongi izin sebagai lembaga Nazir (pengelola) wakaf uang.
Ketua Umum Forjukafi, Wahyu Muryadi, menyampaikan, tujuan peluncuran QRIS ini untuk mewujudkan kemaslahatan umat. Ia menyoroti potensi wakaf dan zakat di Indonesia yang mencapai lebih dari Rp 500 triliun per tahun. Namun penghimpunan wakaf baru sekitar 2 persen dari potensinya.
"Keterlibatan jurnalis di dunia wakaf, diharapkan bisa meningkatkan literasi masyarakat soal wakaf. Ujungnya penghimpunan wakaf semakin besar. Dengan wakaf, bisa digunakan untuk mengatasi kemiskinan," kata Wahyu.

