Home /

Golkar Bakal Panggil Pelapor Dugaan Ujaran Kebencian Terhadap Bahlil

Laporan: Juven Martua Sitompul
Rabu, 22 Oktober 2025 | 21:39 WIB
Sekjen DPP Partai Golkar Sarmuji (SinPo.id/ eMedia DPR RI)
Sekjen DPP Partai Golkar Sarmuji (SinPo.id/ eMedia DPR RI)

SinPo.id - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar akan memanggil pihak-pihak yang membuat pelaporan ke polisi terkait ujaran kebencian terhadap Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Pelaporan dipastikan bukan arahan dari DPP Partai Golkar.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar M Sarmuji memastikan tidak ada arahan dari DPP untuk melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Dia pun ingin mengetahui maksud dari para pihak-pihak tersebut yang melaporkan ke polisi.

"Kita tidak tahu ya teman-teman, anak-anak muda ini tidak melakukan konfirmasi, tidak melakukan permohonan izin waktu melaporkan," kata Sarmuji di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2025.

Menurut dia, pihaknya akan berdiskusi dengan pihak-pihak pelapor tersebut karena mereka berinisiatif sendiri. Terlepas dari persoalan itu, kata Sarmuji, seluruh pihak berkewajiban untuk menjaga ruang publik agar terhindar dari fitnah, rasisme, hoaks, hingga framing jahat.

"Saya jamin enggak, enggak ada (arahan)," katanya.

Sebelumnya, sejumlah kelompok melaporkan akun-akun media sosial ke Bareskrim Polri atas dugaan ujaran kebencian terhadap Bahlil Lahadalia.

Salah satunya, yakni organisasi relawan PILAR 08 yang melaporkan hal itu pada Senin, 20 Oktober 2025. Adapun Bahlil merupakan Ketua Dewan Pembina PILAR 08.

Ketua Umum PILAR 08 Kanisius Karyadi mengatakan berdasarkan pantauan PILAR 08, ditemukan beberapa akun pendengung (buzzer) dengan pola masif penyebaran konten terkoordinasi yang berisi informasi palsu atau sesat dengan mengedit foto dan video dalam bentuk meme bersifat kebencian menggunakan bahasa provokatif, yang dirancang untuk memancing kemarahan publik serta pembunuhan karakter.

"Tindakan para terlapor tersebut justru mengajak dan menghasut masyarakat membenci Pak Bahlil Lahadalia terlihat jelas peningkatan serangan verbal ke ranah pribadi secara individu dengan meningkatnya polarisasi di ruang publik," kata Kanisius.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI