Airlangga Targetkan 98 Persen Pelajar Punya Rekening Bank pada 2027

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 12:55 WIB
Menko Airlangga di acara Rakornas TPAKD 2025. (SinPo.id/dok. Ekon)
Menko Airlangga di acara Rakornas TPAKD 2025. (SinPo.id/dok. Ekon)

SinPo.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah telah melaksanakan berbagai program untuk memperluas akses keuangan, baik melalui pendekatan konvensional maupun syariah. Tujuannya supaya  seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses layanan keuangan secara merata.

"Salah satu capaian penting adalah Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang telah mencapai 58,32 juta rekening atau 87,75 persen dari total pelajar di Indonesia. Pemerintah menargetkan 98 persen pelajar Indonesia dapat memiliki rekening pada tahun 2027," kata Airlangga dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jakarta, dikutip Sabtu, 11 Oktober 2025. 

Menurut dia, upaya menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif tidak hanya bergantung pada kebijakan makro sangat penting dilakukan, di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan.

Adapun sinergi antara kebijakan nasional dan pelaksanaan di daerah, merupakan komitmen pemerintah memastikan agar seluruh masyarakat dapat memperoleh manfaat nyata dari kebijakan keuangan yang inklusif dan berkeadilan.

Airlangga memaparkan, data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan bahwa tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 92,74 persen. Hal ini menandakan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. 

Namun, tingkat literasi keuangan baru mencapai 66,64 persen, sehingga masih terdapat kesenjangan sebesar 26,1 poin persentase yang perlu dijembatani melalui penguatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Oleh karenanya, pemerintah juga menyiapkan program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) dan Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas (K/PSP), yang telah menunjukkan hasil positif dengan total penyaluran mencapai Rp46,71 triliun (K/PMR) dan Rp3,71 triliun (K/PSP) kepada 1,8 juta debitur. 

"Keberhasilan program ini diharapkan dapat diperluas untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan mendukung pengentasan kemiskinan," tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI