Golkar Sebut Penolakan Atlet Israel Mengedepankan Martabat Negara

Laporan: Juven Martua Sitompul
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 12:42 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham. (BeritaNasional/Harits).
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham. (BeritaNasional/Harits).

SinPo.id - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menilai penolakan atlet Israel oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bukan reaksi populis. Penolakan itu justru mengedepankan martabat negara, solidaritas kemanusiaan dan konsistensi diplomasi Indonesia.

Menurutnya, Indonesia tidak boleh mengaburkan sikap politik luar negeri yang sejak awal berpihak pada kemerdekaan Palestina.

"Selama Israel belum mengakui Palestina, kita tidak punya dasar moral maupun diplomatik untuk bersikap seolah normal,” kata Idrus dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, 11 Oktober 2025.

Untuk itu, Idrus menyatakan dukungan penuh terhadap langkah penolakan kehadiran atlet Israel dalam ajang World Artistic Gymnastics Championships 2025 di Jakarta.

Dia menegaskan memberi ruang bagi atlet Israel di tengah situasi kemanusiaan yang memburuk di Gaza dapat ditafsirkan sebagai pelemahan posisi Indonesia di mata dunia.

Oleh karenanya, Idrus mengingatkan Indonesia harus teguh menjaga komitmen luar negeri bahwa pengakuan terhadap Israel hanya akan menyusul bila mereka mengakui negara Palestina.

Dia juga menekankan agar Kementerian Pemuda dan Olahraga serta penyelenggara kejuaraan mempertimbangkan dampak strategis dari kebijakan tersebut, baik dari sisi diplomasi, reaksi publik, maupun potensi sanksi dari federasi olahraga internasional.

"Ini bukan sekadar teknis olahraga. Ini menyangkut moral dan politik luar negeri," ucapnya.

Idrus berpendapat penolakan terhadap delegasi Israel bukan hal baru bagi Indonesia. Dalam beberapa kejuaraan internasional sebelumnya, Indonesia juga menolak kehadiran tim Israel dengan alasan tidak memiliki hubungan diplomatik.

Dengan demikian, langkah penolakan kali ini dinilai mempertegas komitmen Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina sekaligus menjadi pengingat bahwa diplomasi bangsa ini tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan konstitusi.

"Ini bukan tindakan intimidatif, tapi bentuk konsistensi. Kita harus menjaga integritas bangsa di tengah tekanan global," kata Penasihat Dewan Pimpinan Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BK PRMI) itu.

Sebelumnya, sinap tegas Pramono memicu perbincangan publik. Dia meminta agar visa bagi atlet Israel tidak dikeluarkan.

"Kalau saya, yang paling penting visanya nggak usah dikeluarkan saja, supaya nggak ke Jakarta. Karena nggak ada manfaatnya dalam kondisi seperti ini," ujar Pramono beberapa waktu lalu.

Pramono menilai kehadiran atlet Israel di tengah tragedi Gaza dapat memicu reaksi emosional masyarakat lantaran memori perilaku Israel masih melekat pada semua pihak. Gubernur DKI itu pun menyebut pernyataan Presiden Ri Prabowo Subianto dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai dasar politik luar negeri yang jelas.

"Pidato Pak Presiden sudah clear. Jadi nggak perlu diterjemahkan lagi," kata dia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI