Paljaya Tuntaskan Titik Kritis Proyek SPALD-T di TB Simatupang, Lalin Kembali Lancar

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 08 Oktober 2025 | 19:28 WIB
Proyek pekerjaan Paljaya di TB Simatupang (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Proyek pekerjaan Paljaya di TB Simatupang (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Paljaya terus memacu penyelesaian proyek Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) di koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan. Salah satu titik krusial di depan kawasan bisnis CIBIS Park kini dinyatakan rampung dan telah dibuka kembali untuk arus lalu lintas.

“Penyelesaian di manhole-4 merupakan capaian penting dalam menjaga ritme proyek sekaligus mengurangi gangguan lalu lintas,” kata Direktur Utama Paljaya, Untung Suryadi di Jakarta, Rabu, 8 Oktober 2025.

Menurut Untung, Paljaya sebelumnya memfokuskan pengerjaan di sejumlah titik penggalian untuk pemasangan jaringan pipa air limbah bawah tanah. Dia menyebut, titik manhole-4  sebagai salah satu lokasi yang paling padat lalu lintasnya, sehingga pembongkaran barrier menjadi penanda mulai normalnya kondisi jalan.

“Mulai hari ini, kendaraan sudah bisa melintas seperti biasa di depan CIBIS. Ini bagian dari komitmen kami menyelesaikan proyek tanpa mengorbankan mobilitas warga,” tutur dia. 

Sementara itu, lanjutnya, pekerjaan di titik manhole-7, yang terletak di depan SPBU TB Simatupang, disebut masih berlangsung dan ditargetkan rampung akhir Oktober.

“Meski masih berjalan, kepadatan lalu lintas di area itu relatif lebih rendah. Namun kami tetap berupaya mempercepat pengerjaan tanpa mengabaikan standar keselamatan,” ujar Untung. 

Untung menjelaskan,.proyek SPALD-T TB Simatupang merupakan bagian dari upaya strategis Pemprov DKI Jakarta dalam memperbaiki sistem pengelolaan air limbah domestik di wilayah padat penduduk dan aktivitas. Menurutnya, kawasan ini menghasilkan limbah harian dalam jumlah besar dari sektor rumah tangga dan perkantoran.

“Dengan jaringan pipa bawah tanah yang tersambung ke IPALD, air limbah dari gedung-gedung sekitar tidak lagi langsung dibuang, tapi diproses dulu sesuai standar lingkungan,” jelas Untung.

Untuk menunjang efisiensi dan meminimalisir gangguan di permukaan jalan, kata Untung, Paljaya menggunakan teknologi Micro Tunnel Boring Machine (MTBM). Metode ini memungkinkan pengeboran horizontal tanpa galian terbuka hingga kedalaman 14 meter.

“Ini teknologi minim risiko. Permukaan jalan tetap stabil, utilitas lain juga tidak terganggu. Sangat cocok untuk area padat seperti TB Simatupang,” katanya.

Dia menambahkan, pembangunan SPALD-T di kawasan tersebut dijadwalkan tuntas pertengahan 2026. Untung memastikan pengerjaan terus diawasi ketat agar tetap mengedepankan aspek keamanan, kelancaran lalu lintas, dan keberlanjutan lingkungan.

“Kami mengapresiasi masyarakat sekitar yang tetap kooperatif. Dukungan mereka sangat penting agar Jakarta memiliki sistem sanitasi yang layak dan modern,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI