BPS DKI: Inflasi Jakarta September 2025 Terkendali

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 01 Oktober 2025 | 20:53 WIB
Ilustrasi inflasi (SinPo.id/Pixabay)
Ilustrasi inflasi (SinPo.id/Pixabay)

SinPo.id - Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat laju inflasi di Ibu Kota pada September 2025 sebesar 0,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan angka ini terbilang rendah di bawah rata-rata nasional. 

Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin menekankan pola musiman masih menjadi faktor dominan yang memicu inflasi, terutama dari sektor makanan.

“Inflasi di bulan September cenderung mengikuti pola berulang setiap tahunnya. Ini bukan fenomena baru. Kami melihat, dalam empat tahun terakhir, kelompok makanan, minuman, dan tembakau selalu menjadi penyumbang utama,” ujar Nurul di Jakarta, Rabu, 1 Oktober 2025.

Menurut dia, perubahan iklim, panen yang tidak merata, hingga distribusi pasokan, ikut mendorong kenaikan harga pada sejumlah bahan pangan pokok.

Hal ini, kata Nurul, terlihat dari komoditas seperti daging ayam ras yang mengalami inflasi sebesar 10,62 persen, cabai merah 8,24 persen, serta beras dan minyak goreng yang juga mencatat kenaikan meskipun lebih kecil.

“Musiman ini bukan hanya soal cuaca, tetapi juga pola konsumsi masyarakat. Permintaan meningkat, pasokan belum tentu sejalan. Ini yang perlu terus dimitigasi,” ungkapnya. 

Kendati demikian, dia menyebut laju inflasi Jakarta masih tergolong stabil jika dibandingkan angka nasional yang berada di level 0,21 persen.

“Relatif lebih rendah dan terkendali. Ini menunjukkan bahwa stabilisasi harga di tingkat lokal cukup berhasil, meskipun tekanan tetap ada,” kata Nurul. 

Selain sektor makanan, lanjutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang inflasi sebesar 0,05 persen, serta sektor transportasi sebesar 0,01 persen. 

"Namun kontribusinya masih jauh di bawah kelompok pangan," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI