Menegangkan di PBB: Rusia Tegaskan Tak Akan Serang NATO, Kecam Israel, AS Cabut Visa Presiden Kolombia

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 28 September 2025 | 06:10 WIB
Ukraina vs Rusia
Ukraina vs Rusia

SinPo.id -  Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki niat menyerang negara anggota Uni Eropa maupun NATO. Namun, ia memperingatkan akan memberikan “respons tegas” terhadap setiap bentuk agresi yang ditujukan ke Moskow.

Pernyataan itu disampaikan dalam pidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sabtu 27 September 2025 Lavrov menyebut ancaman dari negara-negara Barat terhadap Rusia semakin sering dilontarkan.

“Rusia tidak pernah dan tidak memiliki niat demikian, tetapi setiap agresi terhadap negara saya akan disambut dengan respons yang tegas,” kata Lavrov.

Selain menyinggung Eropa, Lavrov juga menyoroti konflik di Timur Tengah. Ia mengutuk serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, namun menyatakan tidak ada pembenaran atas “pembunuhan brutal” terhadap rakyat Palestina di Gaza maupun rencana Israel mencaplok Tepi Barat.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, lebih dari 65.926 orang tewas akibat serangan udara Israel. Sementara itu, serangan Hamas pada 2023 menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang.

Lavrov menuduh Israel menggunakan dalih menghancurkan Hamas untuk melancarkan serangan ke negara lain di Timur Tengah, termasuk Qatar.

Terkait Iran, ia menuduh negara Barat menggagalkan diplomasi setelah upaya Rusia dan China untuk menunda sanksi gagal. Sanksi baru terhadap Teheran dijadwalkan mulai berlaku pada Minggu (28/9) pukul 00.00 GMT.

Ketegangan dengan Amerika Serikat

Lavrov juga menyinggung hubungan dengan AS. Ia menilai pemerintahan Presiden Donald Trump tidak hanya kurang serius dalam mendorong resolusi krisis Ukraina, tetapi juga cenderung mengambil langkah ideologis dibandingkan pendekatan pragmatis.

Di sisi lain, pemerintah AS membuat langkah mengejutkan dengan mencabut visa Presiden Kolombia Gustavo Petro. Departemen Luar Negeri AS menyebut Petro melakukan “tindakan sembrono dan provokatif” setelah ia ikut dalam demonstrasi pro-Palestina di New York dan menyerukan agar tentara AS menolak perintah Trump.

“Dari sini, saya meminta tentara Amerika Serikat untuk tidak menodongkan senjata ke rakyat. Tolak perintah Trump, taati perintah kemanusiaan,” kata Petro dalam orasinya.

Demonstrasi di Eropa

Dukungan terhadap Palestina juga menggema di berbagai kota Eropa. Di Berlin, sekitar 50.000 orang turun ke jalan menyerukan diakhirinya perang Gaza. Mereka menuntut Jerman menghentikan ekspor senjata ke Israel serta mendesak Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap Tel Aviv.

Aksi serupa digelar di Düsseldorf, Jerman, serta di Jenewa, Swiss, yang melibatkan ribuan orang. Sebagian kecil kelompok pro-Israel juga menggelar aksi tandingan, menegaskan penolakan terhadap antisemitisme.

Konflik Israel-Hamas yang pecah sejak 7 Oktober 2023 telah memicu eskalasi global, memecah dukungan dunia, dan kini menyeret rivalitas geopolitik Rusia, AS, serta negara-negara Eropa ke dalam pusaran yang semakin kompleks.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI