Home /

Mendagri Tito Izinkan Kepala Daerah dan ASN Kunker ke Luar Negeri, Ini Syaratnya

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 22 September 2025 | 04:09 WIB
Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian. (SinPo.id/dok. Kemendagri)
Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian. (SinPo.id/dok. Kemendagri)

SinPo.id -  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan kelonggaran bagi kepala daerah maupun aparatur sipil negara (ASN) yang ingin melakukan perjalanan ke luar negeri. Izin kunker diberikan asalkan situasi di daerah masing-masing dalam kondisi aman.

“Penundaan keberangkatan ke luar negeri kemarin saya lakukan karena situasi rawan. Tapi sekarang kalau seandainya mau ke luar negeri sepanjang daerahnya yakin aman akan saya izinkan,” ujar Tito dalam rapat koordinasi pemerintahan se-Sumatera di Kota Batam, Kepulauan Riau, Minggu 21 September 2025 , dikutip dari Antara.

Tito menegaskan, izin juga akan dipertimbangkan jika perjalanan ke luar negeri dilakukan untuk kepentingan pengobatan.
“Dan itu untuk perjalanan dinas, untuk berobat fine (bolehlah),” tambahnya.

Latar Belakang Penundaan

Sebelumnya, Mendagri sempat menunda izin keberangkatan kepala daerah dan ASN ke luar negeri pada 25–29 Agustus 2025. Hal itu dilakukan karena adanya potensi gelombang aksi unjuk rasa di sejumlah daerah.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benny Irawan, menjelaskan bahwa aksi demonstrasi memang terjadi di beberapa wilayah. Namun tidak semuanya berujung ricuh dan sebagian berjalan aman.
“Karena kondisi sudah membaik, kalau memang ada pejabat daerah atau ASN yang melakukan tugas ke luar negeri, terutama untuk berobat, akan dipertimbangkan untuk diizinkan,” kata Benny.

Arahan di Rakor Sumatera

Dalam rapat koordinasi pemerintahan se-Sumatera yang dihadiri seluruh kepala daerah provinsi, Mendagri Tito juga memberikan sejumlah arahan penting. Arahan tersebut antara lain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah masing-masing, serta mengelola fiskal daerah dengan baik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Tito hadir di Batam sejak Sabtu (20/9/2025) untuk menghadiri pertemuan konsolidasi KAHMI sebagai pembicara kunci, sebelum melanjutkan agenda rakor dengan kepala daerah se-Sumatera.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI