Kementerian PU Dorong Resiliensi Infrastruktur Nasional untuk Hadapi Dinamika Global

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 17 September 2025 | 15:51 WIB
Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo (SinPo.id/ Dok. KemenPU)
Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo (SinPo.id/ Dok. KemenPU)

SinPo.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, menekankan pentingnya membangun ketahanan nasional melalui infrastruktur di tengah rivalitas geopolitik, krisis energi, ketidakpastian ekonomi global, hingga perubahan iklim. Karenanya, 

Kementerian PU berkomitmen mendukung penguatan infrastruktur dan kolaborasi multisektor.

"Infrastruktur menjadi lebih dari sekedar pembangunan, melainkan ketahanan. Bendungan dan irigasi mendukung ketahanan pangan, hydropower dan floating solar juga mendukung ketahanan energi. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan sistem pengendalian banjir dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan mencegah bencana. Kemudian jalan dan jembatan mendukung konektivitas serta logistik," ujar Dody dalam The 9th International Conference Postgraduate School Universitas Airlangga, bertajuk "Geopolitical Risk and Resilience on Developing for Better World", pada Rabu, 17 September 2025. 

Dody menilai, tantangan global seperti perang di Ukraina, ketegangan di Timur Tengah, hingga rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok, memberikan dampak nyata pada stabilitas pangan, energi, dan air di Indonesia. Sebab itu, kemandirian pada tiga sektor strategis tersebut harus menjadi prioritas pembangunan nasional.

"Pembangunan infrastruktur harus dipandang sebagai non-military defense atau pertahanan sipil. Bendungan, irigasi, pembangkit listrik tenaga air, sistem air bersih, jalan, dan jembatan tidak hanya menopang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi sistem ketahanan nasional dalam menghadapi krisis. Infrastruktur bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi perisai ketahanan bangsa," jelasnya. 

Melalui program PU608, Kementerian PU berupaya meningkatkan ketahanan infrastruktur yang berfokus pada efisiensi investasi, pengentasan kemiskinan, dan pencapaian pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029. 

Selain pembangunan fisik, Kementerian PU juga mendukung berbagai program prioritas sosial melalui penyediaan sekolah bagi anak-anak kurang mampu (Sekolah Rakyat), peningkatan sarana pendidikan tinggi, hingga infrastruktur kesehatan dan sanitasi untuk mengurangi stunting.

Lebih lanjut, Dody mengajak seluruh pihak untuk mendukung kolaborasi lintas sektor atau pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, swasta, masyarakat sipil, hingga media. 

"Tidak ada pemerintah yang mampu berjalan sendiri. Kita butuh kolaborasi bersama akademisi, swasta, masyarakat, dan media. Bersama-sama melalui kolaborasi pentahelix ini kita dapat mengubah krisis menjadi peluang dan tantangan menjadi inovasi," kata Dody.

Sejalan dengan Visi Indonesia Maju 2045 yang dicanangkan Presiden Prabowo, tambah Dody, Indonesia harus memiliki ketahanan nasional dan adaptif.

"Melalui persatuan, visi yang jelas, dan doa seluruh bangsa, Indonesia tidak hanya mampu bertahan menghadapi krisis, tetapi juga akan lebih kuat, adil, dan makmur," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI