Rusia: Serangan Israel di Qatar Tunjukkan Keengganan untuk Akhiri Peperangan di Gaza
SinPo.id - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, serangan Israel terhadap ibu kota Qatar, Doha, menunjukkan keengganan negara tersebut untuk mengakhiri peperangan dan bencana kemanusiaan di Gaza yang kian memburuk.
Berbicara dalam sesi Dialog Strategis Rusia-Dewan Kerja Sama Teluk di Sochi, ia memperingatkan bahwa serangan tersebut akan semakin mendestabilisasi Timur Tengah.
“Pertemuan kami pada 11 September berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan militer-politik di Timur Tengah akibat serangan rudal dan bom Israel terhadap Doha, ibu kota Qatar, pada 9 September," kata Lavrov, dilansir dari Anadolu, Jumat, 12 September 2025.
"Kami telah mengambil tindakan ini dengan keprihatinan yang mendalam,” imbuhnya.
Ia pun menegaskan, Rusia menganggap serangan itu sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional, terutama Piagam PBB, pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial sebuah negara merdeka.
"Ini adalah langkah yang mengarah pada destabilisasi lebih lanjut terhadap situasi di Timur Tengah," tuturnya.
Menurutnya, sinisme yang paling menonjol dari situasi tersebut adalah peran Qatar sebagai mediator utama dalam negosiasi tidak langsung antara Israel dan Hamas untuk membuat kesepakatan gencatan senjata.
Lavrov menilai, tindakan Israel baru-baru ini dengan jelas menunjukkan niat untuk melemahkan upaya internasional dalam upaya menciptakan perdamaian.
"Jelas bahwa tindakan Israel tersebut hanya melemahkan upaya internasional untuk menemukan solusi damai, menunjukkan keengganan mereka untuk menghentikan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya," ungkapnya.
"Tidak hanya di Gaza tetapi juga di Tepi Barat, dan menunjukkan keinginan untuk menyabotase kemungkinan pembentukan negara Palestina," kata Lavrov menambahkan.

