Andalkan Pelatihan dan Job Fair, Pramono Klaim Pengangguran di Jakarta Turun

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 28 Agustus 2025 | 12:02 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI melaporkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jakarta menurun menjadi 6,18 persen pada semester pertama 2025. Penurunan ini diklaim sebagai hasil dari berbagai inisiatif pelatihan dan penyediaan lapangan kerja yang digencarkan selama setahun terakhir.

“Secara angka, TPT kita memang turun tipis dibandingkan tahun lalu. Tapi ini adalah sinyal positif bahwa upaya intervensi mulai menunjukkan dampak,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam keterangannya dikurip Kamis, 28 Agustus 2025

Kendati demikian, Pramono mengakui angka pengangguran di Jakarta masih perlu ditekan lebih jauh. Untuk itu, kata dia, Pemprov DKI mengoptimalkan program pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan industri. Salah satu strategi utama adalah melalui pelatihan rutin dan pelatihan keliling (mobile training unit).

“Saat ini kami menjalankan 147 kelas pelatihan reguler dan mengembangkan unit pelatihan keliling yang difokuskan untuk penguasaan bahasa asing,” tuturnya. 

Menurut dia, keterampilan bahasa menjadi prasyarat utama agar tenaga kerja Jakarta dapat bersaing di tingkat internasional. Pramono menilai masih banyak warga yang gagal menembus pasar kerja luar negeri karena terkendala kemampuan berbahasa asing. 

“Ini yang sedang kami benahi. Kami ingin warga Jakarta memiliki daya saing, tidak hanya di dalam negeri tapi juga secara global,” kata Pramono. 

Untuk mendukung penciptaan kerja secara langsung, dia menyebut, Pemprov DKI rutin menggelar bursa kerja. Adapun hingga pertengahan tahun ini, sudah ada 13 kali job fair digelar dengan lebih dari seribu pencari kerja berhasil direkrut perusahaan.

“Target kami sampai akhir tahun adalah 21 kali bursa kerja. Sejauh ini, 1.367 orang telah berhasil mendapatkan pekerjaan melalui skema ini,” ujar Pramono.

Selain upaya peningkatan keterampilan dan fasilitasi kerja, lanjut Pramono, Pemprov DKI juga menyiapkan berbagai bentuk perlindungan sosial untuk mengurangi ketimpangan ekonomi yang masih tinggi di Jakarta.

“Isu ketimpangan masih menjadi tantangan utama. Karena itu, program seperti KJP Plus, KJMU, Kartu Lansia Jakarta, dan bantuan pangan bersubsidi tetap kami jalankan,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI