Korban Tragedi Pesta Rakyat di Garut Bertambah Jadi 30 Orang, Tiga Meninggal Dunia

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 20 Juli 2025 | 05:52 WIB
pernikahan antara Putri Karlina, Wakil Bupati Garut, dan Maula Akbar
pernikahan antara Putri Karlina, Wakil Bupati Garut, dan Maula Akbar

SinPo.id -  Jumlah korban dalam insiden maut saat pesta rakyat di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus bertambah. Hingga Sabtu sore 19 Juli 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut mencatat sebanyak 30 orang menjadi korban, termasuk tiga di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani, menjelaskan bahwa tambahan jumlah korban ini berasal dari mereka yang sempat pulang ke rumah, namun akhirnya mengalami keluhan kesehatan dan memutuskan datang ke rumah sakit.

“Penambahan ini karena mereka yang menjadi korban sempat pulang, namun kemudian merasa sakit sehingga akhirnya datang ke rumah sakit,” ujar Leli saat diwawancarai Sabtu sore.

Dari total 30 korban, lima orang saat ini masih dirawat intensif di RSUD dr. Slamet Garut, sedangkan tiga lainnya telah dinyatakan meninggal dunia. Sebagian besar korban yang masih dirawat diketahui memiliki penyakit bawaan seperti jantung dan asma.

“Mereka yang masih dirawat rata-rata punya riwayat penyakit bawaan. Kondisi mereka terus kami pantau secara ketat,” tambah Leli.

Salah satu korban bahkan mengalami retak tulang di bagian kaki dan akan mendapatkan penanganan lanjutan. Korban tersebut adalah seorang pria berusia 50 tahun.

Leli merinci bahwa dari 30 korban, sebanyak 20 orang adalah dewasa, sedangkan 10 lainnya anak-anak. Mayoritas korban dewasa berada pada rentang usia 30 hingga 60 tahun.

Dalam tragedi ini, ditemukan pula kasus dua keluarga yang menjadi korban, masing-masing terdiri dari ibu dan anak.

“Jadi mungkin pada saat kejadian dua ibu ini membawa masing-masing satu anaknya, sehingga mereka ikut menjadi korban,” kata Leli.

Sebagian besar korban mengalami luka akibat terjatuh dan terhimpit, yang menyebabkan mereka harus menjalani berbagai prosedur pemeriksaan medis seperti rontgen hingga USG.

Bantuan dari Gubernur Jabar dan Satu Korban Masih Dicari

Seluruh korban disebut telah menerima bantuan uang tunai langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dengan nilai rata-rata Rp 10 juta per orang. Beberapa korban bahkan menerima hingga Rp 15 juta, tergantung pada kondisi keluarga mereka.

“Memang ada yang diberi Rp 15 juta, karena pertimbangannya anak mereka banyak,” jelas Leli.

Namun hingga Sabtu malam, masih ada satu orang korban yang belum ditemukan untuk menerima bantuan tersebut. Korban diketahui bekerja sebagai pegawai katering dan sudah pulang dari rumah sakit, namun tidak berada di tempat tinggalnya saat dicek oleh petugas.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI