Penanganan Kasus Covid-19 di Indonesia Semakin Membaik

Laporan: Tisa
Jumat, 09 Oktober 2020 | 08:26 WIB
Prof Wiku Adisasmito ketika menggelar konferensi pers (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Prof Wiku Adisasmito ketika menggelar konferensi pers (Biro Pers Sekretariat Presiden)

sinpo, JAKARTA - Penanganan Covid-19 di Indonesia semakin menunjukkan adanya peningkatan. Kondisi membaik terjadi pada kesembuhan, kematian dan kasus aktifnya. Dibandingkan awal pandemi pada awal Maret lalu, peningkatan cukup signifikan terlihat hingga hari ini.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan jumlah kasus aktif per 8 Oktober 2020 ada 64.924 (20,3%), dengan penambahan kasus positif 4.850 kasus, pasien sembuh 244.060 (76,1%) dan kasus meninggal 11.580 (3,6%).

Sementara rata-rata kasus aktif dunia sebesar 21,7%, kasus sembuh 75,3% dan meninggal 2,91%.

Wiku merincikan kasus aktif atau pasien yang masih menjalani perawatan, cenderung mengalami penurunan cukup signifikan. 

"Jika melihat kasus kumulatif, angkanya memang terus meningkat. Yang perlu menjadi perhatian adalah kasus aktif, karena kasus aktif di Indonesia cenderung mengalami penurunan setiap minggunya," ujar Wiku saat memberikan keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19, Kamis (8/10/2020) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

Ia membandingkan sejak awal pandemi, pada Maret 2020 lalu, kasus aktif mencapai 91,26% dan kini menjadi 21,05% di awal Oktober 2020.

Dari 514 kabupaten/kota, ada 325 kabupaten/kota atau 63% yang memiliki kasus aktif, dengan paling banyak 50 kasus.

"Ini adalah kabar baik, karena ini adalah prestasi kita semuanya," tambah Wiku.

Namun, ada 13 kabupaten/kota yang merupakan kota besar dan berpenduduk padat sehingga perlu menjadi perhatian karena memiliki kasus aktif lebih dari 1000. 

Adapun 13 kabupaten/kota tersebut adaah Bekasi, Bogor, Kota Medan, Jakarta Utara, Kota Jayapura, Kota Padang, Jakarta Pusat, Kota Bekasi, Kota Pekanbaru, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.  

Kasus pada 13 kabupaten/kota tersebut menyumbang 30% dari total kasus aktif nasional. Oleh karena itu, Wiku menekankan agar daerah-daerah tersebut lebih ketat menerapkan protokol kesehatan, termasuk di seluruh sektor sosial ekonomi yang sudah berjalan.

Masyarakat juga diminta tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak dan disiplin menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan, agar dapat menekan penyebaran kasus. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI