Kemendag Dorong Komoditas Furnitur hingga Sawit Jadi Andalan Perdagangan Hijau

Laporan: Tio Pirnando
Jumat, 20 Juni 2025 | 21:27 WIB
Kantor Kementerian Perdagangan RI (SinPo.id/ Dok. Kemendag)
Kantor Kementerian Perdagangan RI (SinPo.id/ Dok. Kemendag)

SinPo.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan, komoditas unggulan seperti besi dan baja, aluminium, furnitur hingga kelapa sawit, akan terus didorong untuk perdagangan hijau atau berkelanjutan. Sebab, komoditas  tersebut memiliki potensi yang besar untuk perdagangan komoditas hijau.

"Besi baja bukan hanya environment friendly sustainable (ramah lingkungan dan berkelanjutan), tapi juga zero emissions. Ini penting banget, aluminium, kita juga lagi dorong," kata Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Internasional Olvy Andrianita di Jakarta, Jumat, 20 Juni 2025. 

Olvy menyampaikan, komitmen Indonesia menjalankan perdagangan berkelanjutan melalui berbagai regulasi hijau, mulai dari sertifikasi kayu (SVLK) hingga produk sawit berkelanjutan (ISPO).

Dia menguraikan, produk-produk furnitur yang berbasis kayu telah memiliki SVLK. Untuk komoditas sawit, bisa dipastikan sangat ramah lingkungan dan sudah memiliki ISPO, yang merupakan standar sertifikasi yang telah menjadi bagian integral dari industri kelapa sawit Indonesia, serta Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), guna mendorong pengembangan penggunaan produk.

"Sawit kita ramah lingkungan, hanya keberterimaan dari market saja yang masih debatable sih, menurut saya, masih mempertanyakan ISPO, RSPO, padahal itu sudah legitimate bahwa kita tuh commit, dan juga sudah implementasi kepada sustainable dan nggak merusak lingkungan," kata Olvy.

Di berbagai forum internasional, lanjut Olvy, pemerintah juga berupaya agar produk hijau Indonesia diterima di pasar global. Namun, sinergi semua pihak sangsi penting untuk memastikan jalur ekspor tetap terbuka tanpa mengorbankan perlindungan lingkungan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI