Wamen P2MI Siap Gandeng Perusahaan Jepang Rekrut Pekerja Migran
SinPo.id - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani ingin membuka lebih banyak peluang penempatan pekerja migran dari Indonesia ke Jepang.
"Kita selalu tertarik. Karena potensi dan peluang penempatan pekerja migran di Jepang juga besar sekali," kata Christina saat memaparkan kondisi terkini penempatan pekerja migran Indonesia kepada Goooood Ltd dari Jepang, di Jakarta, Rabu, 18 Juni 2025.
Politisi Partai Golkar itu menegaskan, kementeriannya juga terbuka untuk berbagai kerja sama dan mekanisme penempatan.
Salah satunya dengan mengajak perusahaan-perusahaan di Jepang mengadakan business meeting dengan P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) dari Indonesia.
"Nantinya, kita akan libatkan P3MI yang memiliki spesialisasi penempatan di Jepang dan menggunakan skema P2P yang sudah biasa kita gunakan," ungkapnya.
Dia juga menyampaikan penempatan pekerja migran dari Indonesia di Jepang terbuka untuk berbagai sektor. Seperti manufaktur, kesehatan, hospitality, transportasi, perikanan hingga pertanian.
Di sisi lain, ia mengingatkan agar perusahaan atau agensi perekrutan tenaga kerja di Jepang untuk menggunakan skema yang melibatkan pemerintah dan prosedural. Bukan melalui lembaga pelatihan kerja, perekrutan langsung atau kedok magang.
Alasannya, agar pekerja migran Indonesia yang bekerja di Jepang bisa semakin terlindungi. Saat ini, tercatat dalam sistem, adanya job order terverikasi sebanyak 1.389 peluang kerja skema penempatan private to private (p to p) di Jepang dari berbagai jabatan kerja dan sektor.
"Kalau langsung lewat LPK yang memberangkatkan, pekerja migran itu tidak terdata di sistem kami, dan kami tidak bisa memastikan pelindungannnya," tukasnya.
