Operasi Ketupat 2025: Arus Lalu Lintas Terkendali

SinPo.id - Operasi Ketupat 2025 memasuki hari kesepuluh dengan arus lalu lintas terkendali. Peningkatan volume kendaraan tercatat signifikan, sementara kecelakaan menunjukkan 241 kejadian. Satgas Humas Operasi Ketupat mengimbau pemudik untuk memeriksa kondisi kendaraan dan fisik sebelum perjalanan.
Hari kesepuluh pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 menunjukkan perkembangan yang cukup terkendali dalam hal arus lalu lintas dan pergerakan transportasi umum. Kepolisian dan Satgas Humas Ops Ketupat terus melakukan evaluasi untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2025.
Dari hasil analisa dan evaluasi, volume kendaraan yang keluar dan masuk Jakarta mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data terbaru dari sejumlah gerbang tol utama, berikut adalah rincian pergerakan kendaraan:
Gerbang Tol Cikampek Utama: 50.397 kendaraan keluar menuju Tol Trans Jawa, sementara 17.835 kendaraan masuk ke Jakarta.
Gerbang Tol Cikupa arah Merak: 45.482 kendaraan keluar dan 36.424 kendaraan masuk.
Gerbang Tol Ciawi arah Bogor: 35.597 kendaraan keluar dan 28.777 kendaraan masuk.
Gerbang Tol Kalihurip Utama arah Bandung: 40.179 kendaraan keluar, sementara 25.080 kendaraan kembali ke Jakarta.
Meskipun ada peningkatan volume kendaraan, kondisi lalu lintas terpantau terkendali berkat pengaturan arus yang efektif oleh pihak berwenang.
Namun, meskipun arus lalu lintas terkendali, ada catatan mengenai kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada hari kesepuluh Operasi Ketupat. Berikut adalah rincian kecelakaan:
Jumlah kejadian kecelakaan: 241 kejadian
Korban meninggal dunia: 24 orang
Korban luka berat: 46 orang
Korban luka ringan: 272 orang
Kerugian materiil: Rp 745.900.000
Kepolisian terus mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara dengan mengikuti semua aturan lalu lintas dan menjaga konsentrasi di jalan.
Selain arus kendaraan, transportasi umum juga mengalami peningkatan signifikan dalam pergerakan penumpang. Total 807.621 penumpang menggunakan berbagai moda transportasi pada hari kesepuluh Operasi Ketupat, dengan rincian sebagai berikut:
Transportasi darat: 147.619 penumpang
Transportasi ASDP: 173.198 penumpang
Pesawat terbang: 184.594 penumpang
Pelabuhan: 84.785 penumpang
Kereta api: 217.425 penumpang
Peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2025.
Pembatasan Kendaraan dan Imbauan Kepada Pemudik
Terkait pembatasan kendaraan, kendaraan dengan sumbu tiga ke atas dilarang beroperasi dari 24 Maret hingga 8 April 2025, kecuali untuk kendaraan logistik seperti pengantaran barang penting, ternak, dan uang.
Jubir Satgas Humas Ops Ketupat, Kombes Pol Ahmad Muthofa Kamal, mengimbau agar para pemudik memastikan kondisi fisik mereka dalam keadaan sehat dan memeriksa kesiapan kendaraan sebelum berangkat. Selain itu, pemudik juga diminta untuk menjaga jarak aman dan berkonsentrasi selama berkendara.
“Pastikan saldo uang elektronik cukup untuk menghindari hambatan di gerbang tol, dan manfaatkan rest area untuk beristirahat,” tambah Kamal.
Bagi para pemudik yang ingin mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi arus lalu lintas, dapat mengakses aplikasi Google Maps untuk memantau kemacetan dan mencari rute perjalanan terbaik.
Dengan adanya pengaturan yang lebih baik, diharapkan perjalanan mudik dan arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan aman.