Luhut: Demokrasi Betul, tapi Jangan Merusak Budaya Sopan Santun

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 31 Maret 2025 | 22:52 WIB
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan (SinPo.id/ Setpres)
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan (SinPo.id/ Setpres)

SinPo.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kebebasan berdemokrasi jangan sampai merusak budaya sopan santun bangsa. Karena itu, ketika mengkritisi pemerintah tetap harus menjaga budaya santun dan keramahtamahan Indonesia tersebut. 

"Demokrasi itu betul, tapi jangan demokrasi itu jadi merusak budaya sopan santun kita berbicara, berbahasa," kata Luhut usai sowan ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, Senin, 31 Maret 2025.

Mantan Menko Kemaritiman dan Investasi ini menekankan, budaya demokrasi juga harus mampu menghormati orang-orang yang sudah berjasa dalam membangun Indonesia.

"Tidak menghormati orang-orang yang sudah berkarya untuk negeri ini, mudah berburuk sangka," ucapnya. 

Lebih lanjut, Luhut menyampaikan, selama membantu pemerintahan Jokowi  dua  periode, tidak ada pelanggaran konstitusi yang dilakukan mantan kader PDIP Perjuangan itu.

"Saya kan pembantu Presiden Jokowi selama 10 tahun, saya saksi hidup. Ya saya ulangi sekali lagi, saya saksi hidup. Dan sebagai tentara, saya tidak melihat ada pelanggaran-pelanggaran secara konstitusi yang dilakukan Presiden Joko Widodo waktu itu. Tidak saya lihat. Jadi siapapun yang bisa anu saya bisa saksi hidup," bebernya.

Luhut menilai, saat ini banyak pengamat yang membuat pernyataan tanpa kejelasan data. Hal itu, menurutnya, justru membuat keruh kondisi pemerintahan.

"Saya harus katakan ini agak keras sedikit karena menurut saya sudah ada terlalu banyak kita keluar koridor yang pengamat-pengamat, yang tanpa data yang jelas, membuat keruh. Itu mempersulit pemerintahan Presiden Prabowo. Kita harus memberikan suasana kekompakan di pemerintahan Presiden Prabowo ini," tukasnya. 

BERITALAINNYA