Menteri PU Pastikan Kondisi Jalur Pantura Baik untuk Arus Mudik 2025

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 29 Maret 2025 | 09:42 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo. (SinPo.id/dok. Kemen PU)
Menteri PU Dody Hanggodo. (SinPo.id/dok. Kemen PU)

SinPo.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo memastikan, kondisi jalan Pantai Utara Jawa (Pantura) di wilayah Jawa Barat hingga Jawa Tengah, dalam kondisi baik untuk dilalui pemudik Lebaran 2025, kendati masih terdapat beberapa titik yang mulai bergelombang.

Hal itu berdasarkan penyusuran Dody jalan Pantura untuk memastikan kesiapan infrastruktur dalam mendukung arus mudik dan balik Lebaran 2025. Tinjauan itu dilakukan mulai dari Cikampek (wilayah Jawa Barat) hingga Semarang (wilayah Jawa Tengah). 

 "Tapi memang sudah kita sudah kita anggarkan untuk melakukan preservasi menengah hingga berat tergantung kondisi jalannya. Semua posko telah disiapkan dengan alat berat dan alat tambal cepat untuk memastikan lubang-lubang yang muncul bisa segera ditangani," kata Dody dalam keterangannya, Sabtu, 29 Maret 2025. 

Dody menyampaikan, meskipun sudah melewati H-10, namun jika ditemukan lubang baru maka akan segera dilakukan penanganan saat volume lalu lintas tidak terlalu padat agar tidak mengganggu arus perjalanan pemudik.

"Jalan nasional ini kan punya batas tonase maksimal 10 ton dengan asumsi tidak ada over dimension dan overload (ODOL). Namun begitu ada kendaraan yang lewat melebihi batas tersebut, kami akan sarankan untuk menggunakan jalan tol," kata Dody. 

Menurut Dody, hal ini penting untuk mengurangi beban APBN yang harus menanggung biaya perbaikan jalan nasional akibat kendaraan ODOL. 

"Harusnya perbaikan dilakukan 6 bulan atau setahun sekali, tapi jika kendaraan ODOL tetap melintas, jarak waktu perbaikan akan semakin pendek. Kalau dibiarkan, berisiko menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara motor yang mendominasi volume kendaraan di Indonesia," paparnya.

Dody menegaskan, penanganan masalah ODOL perlu melibatkan kementerian terkait, seperti Kementerian Ekonomi, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian PU untuk merumuskan solusi terbaik secara komprehensif.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jateng-DIY Khusairi menambahkan, untuk memastikan arus mudik lancar pada ruas-ruas jalan nasional seperti di jalur Pantura, BBPJN Jateng-DIY telah melakukan perbaikan jalan untuk menangani lubang guna mendukung zero pothole.

BBPJN Jateng-DIY memetakan 53 titik rawan kemacetan, 30 titik rawan kecelakaan, dan 51 titik rawan bencana di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

"Kami juga telah menyiagakan 24 Posko Lebaran yang terdiri dari 19 posko di Jawa Tengah dan 5 posko di DIY," kata Khusairi. 

BBPJN Jateng-DIY juga telah menyelesaikan sejumlah pembangunan underpas, flyover dan jalan yang dapat digunakan para pemudik. 

"Di Kota Solo, kehadiran Underpass Joglo akan mendukung kelancaran arus mudik di wilayah tersebut. Sedangkan di Magelang, Flyover Canguk telah disiapkan untuk mendukung jalur Lebaran ke arah Yogyakarta maupun sebaliknya ke Magelang/Semarang guna mengurai kemacetan," kata Khusairi.