Geruduk Polres Jakarta Timur, Ratusan Mahasiswa UKI Minta Kematian Kenzaha Diungkap

Laporan: Juven Martua Sitompul
Jumat, 21 Maret 2025 | 17:46 WIB
Ratusan mahasiswa UKI menggelar unjuk rasa di Polres Jakarta Timur minta polisi segera ungkap pembunuh Kenzaha. Istimewa
Ratusan mahasiswa UKI menggelar unjuk rasa di Polres Jakarta Timur minta polisi segera ungkap pembunuh Kenzaha. Istimewa

SinPo.id - Ratusan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) menggeruduk Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim). Aksi ini untuk menuntut polisi serius menangani kasus dugaan pengeroyokan hingga menyebabkan tewasnya Kenzaha Walewangko, 22, seorang mahasiswa Fakultas Fisipol UKI.

Pantuan di lokasi, para mahasiswa ini membawa mobil komando dan beberapa spanduk untuk menyampaikan aspirasinya ke aparat penegak hukum. Mereka mendesak kasus kematian Kenzaha di lingkungan kampus UKI bisa segera diungkap Polres Metro Jakarta Timur.

Sebab, hingga dua pekan penyelidikan berjalan, polisi belum juga mengungkap penyebab kematian Kenzaha. Terutama, pelaku pengeroyokan.

Sebelum berorasi, salah satu anggota Polres Metro Jakarta Timur dengan memakai kemeja sipil meminta mahasiswa untuk tidak melakukan demonstrasi di depan kantornya. Sebab, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly sudah menunggu ingin menggelar komunikasi.

Namun, permintaan itu ditolak karena para mahasiswa ingin lebih dulu berorasi dan baru beraudiensi dengan Kapolres Metro Jakarta Timur.

Eman salah satu orator dari Mahasiswa UKI menerangkan pihaknya hanya ingin menggelar aksi damai di depan Polres Metro Jakarta Timur.

"Kami ingin menagih keadilan bagi saudara kita Kenzaha Walewangko karena masih belum ada kepastian hukum," kata Eman di lokasi, Jumat, 21 Maret 2025.

Dia mengapresiasi mahasiswa yang sudah hadir di Mapolres Metro Jakarta Timur untuk menyampaikan aspirasinya. Dia pun meminta agar aksi ini dilakukan dengan tertib karena khawatir menganggu aktivitas di sekitar lokasi Mapolres Metro Jaktim.

"Kami ucapkan terimakasih kepada bapak polisi yang sudah menjaga kami dalam aksi hari ini," tegasnya.

Menurutnya, orangtua korban saat ini masih menunggu kejelasan hukum dari Polres Metro Jakarta Timur atas kematian Kenzaha. Sebab, kata Eman, sudah dua Minggu Polres Metro Jakarta Timur tak kunjung menetapkan tersangka.

"Tapi sampai saat ini keresahan atas air mata itu belum juga ada jawaban," kata dia.

Sementara itu, Ketua GMNI UKI, Steven Nainggolan, meminta agar kasus kematian Kenzaha segera dipercepat proses penyelidikan dan penyidikan. Sehingga, arwah Kenzaha bisa tenang karena pelakunya sudah diproses hukum.

"Tolong bapak Kapolres, Kasat Reskrim segera tegakan hukum seadil-adilnya," ucapnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI