Banggar DPR RI Harap KSSK Tenangkan Pasar Setelah Penurunan Bursa

Laporan: Galuh Ratnatika
Selasa, 18 Maret 2025 | 16:28 WIB
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah (SinPo.id/EMediaDPR)
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah (SinPo.id/EMediaDPR)

SinPo.id - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, berharap seluruh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memberikan respons untuk menenangkan pasar, setelah bursa Indonesia menurun secara signifikan hingga berada di zona merah.

Pasalnya, perdagangan di bursa saham sempat tersuspend 30 menit lantaran mayoritas saham mengalami penurunan hingga 5 persen. Jika dihitung secara year to date, saham turun hingga ke posisi Rp 6.076,08 atau 15,2 persen.

"Situasi ini makin menggenapi sinyal pasar keuangan harus kita waspadai. Kita tidak berharap situasi ini tidak makin berlarut larut," kata Said, dalam keterangan persnya, Selasa, 18 Maret 2025.

Meski demikian, penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sampai dengan Sesi 1 sampai pukul 12.00 WIB, 18 Maret 2025 hanya 1,1 persen, mengalami pelemahan yang berada di posisi Rp 16.465, sehingga masih pada batas wajar.

Kemudian di luar pasar saham dan pasar keuangan, sektor perdagangan menunjukkan indikator yang positif. Bahkan data BPS pada Februari 2025 memperlihatkan nilai ekspor Indonesia mencapai USD21,98 miliar atau naik 2,58 persen dibanding ekspor Januari 2025.

"Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Februari 2025 mencapai USD43,41 miliar atau naik 9,16 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai USD41,21 miliar juga naik 10,92 persen," ungkapnya.

Sementara itu, kata Said, neraca perdagangan per Februari 2025 surplus sebesar USD3,12 miliar atau senilai Rp51,07 triliun, melanjutkan surplus pada Januari 2025 sebesar USD3,49 miliar. Kemudian Indeks PMI Manufaktur Indonesia dari S&P Global meningkat menjadi 53,6 pada Februari 2025, naik dari 51,9 pada Januari 2025. 

BERITALAINNYA