Pemprov DKI: 91 Kampung Siaga Bencana Siap Diaktifkan

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 06 Maret 2025 | 16:29 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau pintu air Manggarai (SinPo.id/ Dok. BeritaNasional)
Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau pintu air Manggarai (SinPo.id/ Dok. BeritaNasional)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengungkapkan, sebanyak 91 Kampung Siaga Bencana (KSB) telah siap siaga untuk membantu warga, terutama dalam hal penyediaan makanan saat bencana banjir.

Kepala Dinas Sosial DKI, Premi Lasari menyampaikan, KSB merupakan inisiatif dari Pemprov Jakarta yang menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di wilayahnya. 

Dia juga menjelaskan, KSB memiliki peran yang sangat vital dalam respon bencana di tingkat lokal. 

"KSB bukan sekadar posko bencana, tetapi kelompok masyarakat yang telah dilatih untuk bergerak cepat dalam menghadapi bencana di lingkungan mereka masing-masing," ujar Premi dalam keterangan resminya, Kamis, 5 Maret 2025.

Relawan KSB, kata Premi, merupakan warga setempat dan memiliki berbagai tugas penting mulai dari pendataan korban, distribusi bantuan, hingga pengelolaan dapur umum. 

Menurut dia, KSB menjadi pihak pertama yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebutuhan dasar seperti makanan dapat segera disalurkan kepada para korban.

"Setiap kali bencana, KSB selalu bergerak cepat. Mereka bertugas mendirikan dapur umum, memasak, mendata warga terdampak, dan mengorganisir pola distribusi bantuan yang nantinya akan diteruskan oleh Dinas Sosial atau Sudin Sosial," ungkap dia. 

Terkait banjir yang melanda Jakarta sejak Senin, 3 Maret 2025, Premi menyebut Pemprov DKI mengaktifkan 13 KSB untuk menangani bencana tersebut. 

Dari jumlah tersebut, lanjut dia, enam KSB beroperasi di Jakarta Timur dan tujuh di Jakarta Selatan, dengan fokus utama pada pendirian dapur umum dan distribusi makanan bagi pengungsi.

"KSB telah memiliki jadwal distribusi makanan yang teratur, terlebih saat bulan Ramadan. Makanan sahur telah disalurkan kepada pengungsi pada pukul 01.00 WIB, dan makanan berbuka puasa paling lambat pukul 16.00 WIB," kata Premi. 

Lebih lanjut, Premi mengungkapkan, peran KSB sangat membantu mengurangi beban masyarakat yang terdampak, terlebih dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok seperti makanan selama masa bencana. 

"Keberadaan KSB ini juga menunjukkan pentingnya peran serta masyarakat dalam mengurangi dampak bencana dengan cara yang lebih terstruktur dan tanggap," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI