Erick Thohir Sebut 47 BUMN Bakal Masuk Danantara, Sekarang Baru Tujuh

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 01 Maret 2025 | 19:38 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (SinPo.id/ Setpres)
Menteri BUMN Erick Thohir (SinPo.id/ Setpres)

SinPo.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, sebanyak 47 perusahan pelat merah, akan masuk dalam Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Namun, saat ini baru tujuh BUMN yang asetnya dikelola oleh Danantara, yaitu Pertamina, PLN, BRI, BNI, Bank Mandiri, Telkom, dan MIND ID. 

"Kalau kami mau mendukung perubahan bangsa ini nggak boleh, misalnya saya sebagai Menteri BUMN, setengah-setengah. Ya, ini tujuh dulu, ini tambah dua dulu, jangan. Semuanya, toh kami nggak ada yang disembunyikan. Transformasi yang kami dorong selama lima tahun ini nggak ada yang disembunyikan," kata Erick DI Jakarta, Sabtu, 1 Maret 2025. 

Erick menyinggung profit seluruh BUMN bisa mencapai Rp310 triliun. Adapun seluruh BUMN nantinya bakal berada di bawah payung Danantara yang mengelola aset hingga US$ 900 miliar secara bertahap.

"Kalau itu semua BUMN korupsi, nggak mungkin profitnya Rp310 triliun. Jadi, semuanya akan langsung dijadikan satu di bawah Danantara, di bawah satu payung besar seluruh asetnya," tuturnya. 

Bagi Erick, tidak boleh setengah-setengah dalam upaya bersih-bersih BUMN. Namun harus dilakukan secara total. 

"Kalau kami mau transformasi total bersih-bersih BUMN jangan tujuh, semuanya menjadi satu asset management," kata Erick. 

Dengan masuknya 47 BUMN ke Danantara, peran Kementerian BUMN ke akan tetap mengawasi perusahaan pelat merah, menindak kasus korupsi, hingga menyetujui rencana-rencana kerja.

"Salah satunya di Undang-Undang itu 'kan fungsi kami mengawasi, menindak kalau ada kasus korupsi, menyetujui rencana kerja, memastikan antara dividen dan suntikan modal," tukasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI