Basuki Harap IKN Kecipratan Investasi dari Danantara

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 24 Februari 2025 | 13:49 WIB
Ilustrasi proses pembanguan Ibu Kota Nusantara. (SinPo.id/Antara)
Ilustrasi proses pembanguan Ibu Kota Nusantara. (SinPo.id/Antara)

SinPo.id - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono berharap, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, mendapat kecipratan investasi dari kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui program-programnya. 

"Mudah-mudahan IKN juga kecipratan dari program Danantara, itu harapannya," kata Basuki di Jakarta, Senin, 24 Februari 2025. 

Mantan Menteri Pekerjaan Umum dna Perumahan Rakyat (PUPR) ini menerangkan, Danantara dari tujuannya adalah untuk mengelola investasi dari dividen-dividen yang ada. Karena itu, ia sangat berharap proyek IKN juga mendapat suntikan dana, meski sedikit, dari Danantara. 

"Danantara memang kalau saya baca tujuannya untuk melakukan investasi dari dividen-dividen yang ada. Saya harapkan dicuilkan sedikit untuk (pembangunan) IKN," ujar Basuki. 

Lebih lanjut, Basuki menyampaikan, saat ini Otorita sedang gencar mencari investasi pembangunan IKN. Dimana, pemerintah ingin mendorong pihak swasta berperan lebih dalam IKN.

Sedangkan APBN hanya akan dipakai untuk membangun infrastruktur pendukung. Tahun ini, ada Rp4,2 triliun dari APBN untuk membangun infrastruktur.

"Kami rapatkan tadi supaya para investor juga bergairah program APBN yang sudah diproses DIPA-nya, ada pembangunan jalan dan MUT (terowongan multiguna)," tukas Basuki.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana Badan Pengelola Investasi Danantara.

Presiden juga menandatangani Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kemudian, Presiden menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Danantara, yang akan menjadi sovereign wealth fund Indonesia itu, disebut akan mengelola aset senilai lebih dari US$ 900 miliar, dengan proyeksi dana awal mencapai US$ 20 miliar. 

Adapun dana-dana yang dikelola Danantara akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang berkelanjutan dan berdampak tinggi di berbagai sektor, seperti energi terbarukan, manufaktur canggih, industri hilir, dan produksi pangan.