Kenang Syafruddin, Legislator Golkar: Bukan Hanya Perwira Tinggi tapi Negarawan

Laporan: Juven Martua Sitompul
Jumat, 21 Februari 2025 | 11:50 WIB
Komjen (Pol) Syafruddin Kambo yang meninggal pada Kamis, 20 Februari 2025. (SinPo.id/Dok. Polri)
Komjen (Pol) Syafruddin Kambo yang meninggal pada Kamis, 20 Februari 2025. (SinPo.id/Dok. Polri)

SinPo.id - Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengenang sosok mantan Menteri PANRB Komjen (Pol) Syafruddin Kambo yang meninggal pada Kamis, 20 Februari 2025, sebagai sosok negarawan.

"Sungguh kami semua merasa kehilangan. Komjen (Purn) Syafruddin bukan hanya seorang perwira tinggi Polri, tetapi juga seorang negarawan yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Kepergiannya meninggalkan luka yang dalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan seluruh rakyat Indonesia," kata Bamsoet dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, 21 Februari 2025.

Bamsoet mengaku mendapat informasi jika mantan Wakapolri itu sudah merasa sakit usai makan siang bersama koleganya. Syafruddin sempat di bawa ke rumah sakit namun tidak tertolong. 

"Menurut informasi, sepulang makan siang bersama beberapa kolega, turun dari mobil muntah-muntah dan dada beliau sesak. Kemudian langsung dilarikan ke RSPP. Sempat mendapatkan pertolongan sebelum akhirnya berpulang," ucapnya.

Selain di kepolisian dan pemerintahan, Bamsoet menilai kontribusi Syafruddin dalam membangun harmoni sosial dan keagamaan patut diapresiasi. Syafruddin diketahui aktif menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Ketua Yayasan Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam.

"Komjen (Purn) Syafruddin meninggalkan warisan yang tidak ternilai bagi bangsa Indonesia. Beliau adalah sosok yang rendah hati, berdedikasi tinggi, dan selalu mengutamakan kepentingan negara di atas segalanya," ucapnya.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar itu lantas menjelaskan secara singkat perjalanan hidup sosok Syafruddin. Pria yang lahir di Makassar pada 12 April 1961 itu memulai kariernya di Polri setelah lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1985.

Kemudian, mengawali karier sebagai Kepala Subunit Patroli Kota Polda Metro Jaya dan menduduki sejumlah jabatan strategis. Mulai dari, ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla tahun 2004, Wakapolda Sumatera Utara tahun 2009, Kapolda Kalimantan Selatan tahun 2010, serta Kadiv Propam Polri di tahun 2012.

"Setelah itu, beliau diangkat menjadi Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri di tahun 2015. Pada tahun 2016, Syafruddin mencapai puncak karier di Polri dengan diangkat sebagai Wakil Kepala Polri (Wakapolri), mendampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Selama menjabat, beliau dikenal sebagai sosok yang tegas dan berintegritas tinggi," katanya.

Setelah pensiun dari Polri pada 2018, kata Bamsoet, Syafruddin dipercaya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjabat sebagai Menteri PAN-RB.

Untuk itu, mantan Ketua MPR RI itu menyampaikan duka cita mendalam sekaligus menghaturkan doa atas berpulangnya almarhum Syafruddin.

"Semoga segala amal ibadah dan jasa-jasa beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu.