PIK Mandara Permai Menduga Demo Warga Soal Jalan Tembus Ditunggangi

Laporan: Bayu Primanda
Selasa, 18 Februari 2025 | 21:17 WIB
Kericuhan antara warga dengan petugas keamanan PIK imbas aksi demo (Sinpo.id/x.com)
Kericuhan antara warga dengan petugas keamanan PIK imbas aksi demo (Sinpo.id/x.com)

SinPo.id -  Unjuk rasa yang mengatasnamakan warga Kapuk Muara di Jalan Pantai Indah Barat yang meminta akses jalan tembus kepada Pantai Indah Kapuk (PIK) PT Mandara Permai di Kamal Muara Penjaringan Jakarta Utara, diduga tidak murni aspirasi warga.

Direktur PT Mandara Permai, Sugiarso Tanzil menduga aksi massa itu didalangi kepentingan perusahaan.

“Kami dari PT Mandara Permai tidak bisa memenuhi permintaan warga untuk membuka pagar keliling di dekat Long Beach Pantai Indah Kapuk atau yang di kenal dengan Jalan ROW 47. Soalnya jalan tersebut bukan untuk kepentingan warga, tapi untuk kepentingan PT LKS,” ujar Sugiarso Tanzil yang dikutip dari keterangannya, Selasa, 18 Februari 2025.

Dia menjelaskan, warga Kapuk Muara selama bertahun-tahun sudah menggunakan jalan akses ke PIK menggunakan motor dan berjalan kaki melalui jalan akses ke arah Bundaran Indorent atau underpass Ramp off Pluit.

"Kami PT Mandara Permai menyesalkan dan menyanggah berita-berita menyesatkan yang menyatakan bahwa jalan askes warga Kapuk Muara ditutup oleh Pantai Indah Kapuk. Berita itu tidak benar,” kata Sugiarso Tanzil.

Dia mengaku, PT Mandara Permai selama ini sudah memperhatikan masukan warga Kapuk Muara dengan membuka akses ke Bundaran Indorent.

"Karena itu PT Mandara Permai menolak membuka pagar akses ROW 47 kalau hanya jalan sepotong yang tersambung dengan lahan PT Lumbung Kencana Sakti dan tidak keseluruhan jalan akses yang sampai ke Jalan Panjang, sebagaimana rencana trase aval dari Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta," ucap Tanzil.

Ia juga menekankan pembukaan jalan itu semata untuk kepentingan PT LKS yang proyeknya bersebelahan dengan lokasi PIK PT Mandara.

"PT LKS juga diduga menimbun saluran milik umum dengan batu-batu besar sehingga saluran tidak berfungsi secara normal dan akan memicu banjir di wilayah warga sekeliling yang tinggal di Kapuk Muara," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kapuk Muara menggelar unjuk rasa meminta akses jalan tembus Row 47 kepada PT Mandara Permai di Kamal Muara Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara, Jumat siang, 14 Februari 2025 berakhir ricuh.

Demo tersebut melibatkan sekitar 200 warga yang menyampaikan aspirasi di wilayah PIK. Demo tersebut pun dipaksa mundur oleh tim pengamanan dari perusahaan.

Dalam tuntutannya, massa memint bertemu dan berdiskusi dengan PT Mandara untuk memberi akses jalan kepada warga dengan membongkar tembok yang mereka bangun.

BERITALAINNYA