Efisiensi Anggaran, Dedi Mulyadi Fokus Pembangunan Infrastruktur

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 16 Februari 2025 | 19:52 WIB
Gubernur terpilih Jawa Barat Dedi Mulyadi (SinPo.id/ Antara)
Gubernur terpilih Jawa Barat Dedi Mulyadi (SinPo.id/ Antara)

SinPo.id - Gubernur terpilih Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan belanja pemerintah dengan mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak. 

Menurut dia, hal ini dilakukan guna menyesuaikan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur tentang efisiensi anggaran dalam APBN dan APBD 2025.

Dedi pun menekankan, pemangkasan anggaran ini tidak akan mengganggu kebutuhan pembangunan yang vital bagi masyarakat. 

"Saya sudah melakukan perhitungan terkait pembiayaan pembangunan di Jabar dan memastikan bahwa fokus utama adalah pada pembangunan yang memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," kata Dedi kepada wartawan di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Minggu, 16 Februari 2025.

Dia juga menuturkan, salah satu langkah yang diambil ialah penghapusan anggaran untuk baju dinas dan pemangkasan besar-besaran pada anggaran perjalanan dinas, baik luar negeri maupun dalam negeri. 

"Anggaran perjalanan dinas luar negeri yang sebelumnya mencapai Rp1,5 miliar akan dihilangkan, sementara anggaran perjalanan dalam negeri akan dikurangi menjadi Rp700 juta dari yang sebelumnya Rp1,8 miliar," ungkap dia. 

Lebih jauh, Dedi mengungkapkan, efisiensi ini diperkirakan dapat menghemat sekitar Rp5 triliun yang akan dialihkan untuk sektor-sektor penting. 

Sebagian besar dana tersebut, kata dia, akan digunakan untuk pembangunan pendidikan, seperti pembangunan ruang kelas dan sekolah baru, serta perbaikan jalan lintas yang menghubungkan berbagai wilayah di Jabar, seperti Parung Panjang, Puncak Dua, dan jalan penghubung Sukabumi-Pangandaran.

Selain itu, lanjut Dedi, dana hasil efisiensi juga akan difokuskan untuk pengembangan infrastruktur irigasi yang dapat meningkatkan ketahanan pangan dan untuk meningkatkan kualitas laboratorium guna mendukung pengembangan bibit padi. 

"Sektor kesehatan juga menjadi prioritas, dengan anggaran yang akan dialokasikan untuk integrasi layanan kesehatan mulai dari rumah sakit rujukan hingga puskesmas pembantu," tutur Dedi. 

Dia menambahkan, semua pembiayaan ini diharapkan dapat menciptakan infrastruktur yang lebih baik, dengan target penyelesaian pada 2026. 

"Setelah itu, pada 2027, kita akan mulai mengarahkan perhatian pada investasi daerah, guna memastikan Jabar memiliki potensi investasi yang besar," tandasnya. 

BERITALAINNYA