Pimpinan MPR Tekankan Pentingnya Pendidikan Konstitusi Perkuat Kualitas SDM

SinPo.id - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menekankan pentingnya pendidikan konstitusi dan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Pendidikan dan sosialisasi itu dalam rangka perbaikan sistem negara dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Program pendidikan konstitusi yang lebih masif dan menarik, terkini, untuk memperkenalkan pentingnya penguasaan hukum dasar negara, 4 Pilar Kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," kata Ibas dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, 31 Januari 2025.
Dia memandang pentingnya pendidikan konstitusi dan sosialisasi Pancasila yang lebih masif, menarik, dan terkini, dalam perbaikan sistem negara dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air.
Menurut dia, peran besar MPR RI sangat diperlukan dalam menyelenggarakan kegiatan sosialisasi konstitusi yang lebih inklusif dan interaktif. Salah satunya, melalui kurikulum nasional.
"Kajian mengenai peran MPR RI untuk memperjuangkan materi empat pilar kebangsaan agar dapat masuk dalam kurikulum nasional," ujarnya.
Tak hanya pendidikan konstitusi, Legislator dari Fraksi Partai Demokrat itu pun menilai MPR perlu mengkaji sistem negara dan desain pemerintahan untuk mendorong kemajuan bangsa.
"Apakah sistem presidensial yang diterapkan di Indonesia sudah optimal, ataukah perlu ada perbaikan dalam desain pemerintahan?" ucapnya.
Untuk itu, dia memandang diperlukan tinjauan mendalam terhadap hubungan antara lembaga negara, khususnya dalam hal pembagian kekuasaan antara Presiden, DPR, dan MPR, termasuk DPD.
Hal tersebut, kata dia, berkaitan dengan penafsiran terhadap Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan ketetapan MPR RI yang masih berlaku.
"Bagaimana memperkuat mekanisme check and balances di Indonesia?" ujarnya.
Ibas pun berharap Komisi Kajian Ketatanegaraan (K3) MPR RI yang baru dikukuhkan mampu membawa kajian komprehensif yang signifikan demi kemajuan bangsa dan negara.
"Serta dapat memberikan penguatan kebangsaan dan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia kuat di tahun 2045; selanjutnya, Indonesia menjadi negara maju di abad 21," kata dia.
Dalam Rapat Pleno MPR RI kemarin, Ibas mendapat amanat sebagai koordinator Badan Pengkajian yang mengukuhkan keanggotaan K3 MPR RI Masa Jabatan 2024-2029.
K3 MPR RI diketuai oleh Taufik Basari (Nasdem) dengan wakil ketua: Djarot Saiful Hidayat (PDIP), Rambe Kamarul Zaman (Golkar), Martin Hutabarat (Gerindra), dan Ajiep Padindang (Golkar).
Rapat ini dihadiri 60 dari total 65 anggota K3, dengan latar belakang yang beragam mulai dari profesor, master hukum, dosen, politikus, hingga aktivis pendidikan dan pembinaan masyarakat.
Total aggota K3 berjumlah 65 orang, yang terdiri dari PDIP (9), Golkar (9), Gerindra (8), NasDem (6), PKB (6), PKS (5), PAN (5), Demokrat (4), dan DPD (13). Para anggota K3 memiliki latar belakang yang beragam mulai dari profesor, master hukum, dosen, politikus, hingga aktivis pendidikan dan pembinaan masyarakat.
PERISTIWA 1 day ago
PERISTIWA 2 days ago
OLAHRAGA 15 hours ago
PERISTIWA 2 days ago
POLITIK 2 days ago
PERISTIWA 2 days ago
HUKUM 1 day ago
PERISTIWA 1 day ago
PERISTIWA 2 days ago