Ribuan Buruh FSPMI dan Partai Buruh Sampaikan Aspirasi ke DPR R

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 28 Januari 2025 | 04:04 WIB
Buruh (pixabay)
Buruh (pixabay)

SinPo.id -  Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) ke-26, ribuan buruh dari Jabodetabek yang tergabung dalam FSPMI dan Partai Buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI pada 6 Februari 2025. Diperkirakan, aksi ini akan dihadiri lebih dari 5.000 buruh. Selain di Jakarta, aksi serupa juga akan dilaksanakan serentak di beberapa kota seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Gorontalo, dan Batam.

Presiden FSPMI, Riden Hatam Aziz, menjelaskan bahwa aksi ini adalah bagian dari tradisi tahunan untuk memperingati HUT FSPMI sekaligus menegaskan komitmen perjuangan buruh terhadap keadilan sosial dan kesejahteraan pekerja.

"Aksi ini merupakan momentum penting untuk menyampaikan aspirasi buruh terkait berbagai isu perburuhan. Kami juga ingin memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan pro-rakyat yang telah beliau jalankan," ujar Riden Hatam Aziz.

Ketua Majelis Nasional FSPMI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menambahkan bahwa aksi ini akan fokus pada 10 tuntutan utama yang mencerminkan harapan jutaan buruh di Indonesia.

Berikut 10 tuntutan FSPMI dan Partai Buruh:

1. Hapus sistem outsourcing.


2. Tolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan asuransi swasta tambahan.


3. Segera sahkan UU Ketenagakerjaan yang baru sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melindungi hak buruh.


4. Tegakkan aturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).


5. Sahkan RUU Pekerja Rumah Tangga (PRT) menjadi undang-undang.


6. Tolak usia pensiun 59 tahun.


7. Wujudkan reforma agraria dan kedaulatan pangan; hentikan impor pangan berlebihan.


8. Pecat jajaran menteri yang membiarkan terjadinya pagar laut.


9. Bentuk Panitia Khusus (Pansus) DPR RI terkait pagar laut.


10. Dukung penuh Presiden Prabowo Subianto dalam kebijakan pro-rakyat.

Aksi ini diharapkan mampu menjadi momentum untuk memperkuat perjuangan buruh dalam menyuarakan aspirasi demi perubahan yang berpihak pada rakyat.

"Kami berharap melalui aksi ini, suara buruh dapat didengar oleh para pembuat kebijakan, sehingga perubahan nyata yang mendukung kesejahteraan pekerja dan rakyat dapat segera terwujud," pungkas Said Iqbal.