Pengeboman Israel di Klinik Gaza Tewaskan Seorang Pejabat Medis

Laporan: Galuh Ratnatika
Selasa, 25 Juni 2024 | 07:40 WIB
Getty Images
Getty Images

SinPo.id -  Pengeboman pasukan Israel terhadap sebuah klinik di Gaza, menewaskan Hani al-Jaafarawi, direktur ambulans dan gawat darurat Gaza, dan empat orang lainnya.

Para dokter dan pembela hak asasi manusia Palestina mengecam pembunuhan seorang pejabat medis tinggi di Gaza tersebut, dan menyebut Israel dengan sengaja telah menargetkan fasilitas kesehatan di Gaza.

Akibat dari serangan Israel tersebut, klinik yang selama ini memberikan pelayanan kesehatan umum, pediatrik, dan gigi, kini tidak dapat lagi digunakan.

"Darah orang-orang yang menjadi sasaran masih berceceran di lantai, sementara sekarang, ribuan pasien berada dalam bahaya setelah klinik itu kehilangan semua fasilitasnya akibat serangan Israel," kata Eyad Zaqout, direktur departemen darurat di Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir el-Balah, dilansir dari Al Jazeera, Selasa 25 Juni 2024.

"Dengan membunuh al-Jaafarawi, Israel telah menyingkirkan pilar dari sistem kesehatan yang runtuh di wilayah Gaza. Jelas bahwa pasukan Israel untuk menghancurkan sistem kesehatan dan medis di Gaza sepenuhnya," lanjutnya.

Hani al-Jaafarawi sendiri merupakan pilar bagi sistem kesehatan Gaza. Dia bekerja keras untuk melayani orang sakit dan yang terluka. Dia mengabdi untuk melayani mereka yang hidup dalam keadaan yang sangat sulit di Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza bahkan memuji al-Jaafarawi sebagai panutan dalam dedikasinya dan komitmennya terhadap tugas medis, di tengah tantangan yang besar.

Diketahui, setidaknya 500 pekerja kesehatan di Gaza telah dibunuh oleh pasukan Israel dan 310 orang lainnya ditahan sejak dimulainya perang di Gaza pada bulan Oktober.sinpo

Komentar: