GENOSIDA ISRAEL

ICC Minta Surat Penangkapan Pejabat Israel, Netanyahu Marah

Laporan: Galuh Ratnatika
Selasa, 21 Mei 2024 | 11:57 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (SinPo.id/ Getty Images)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (SinPo.id/ Getty Images)

SinPo.id - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan marah mengecam jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang meminta surat perintah penangkapan terhadapnya atas dugaan kejahatan perang dalam konflik Gaza.

Netanyahu menolak keputusan tersebut dan mengatakan Israel tidak pernah membunuh warga sipil dengan sengaja. Karena menurutnya serangan yang dilancarkan ke Gaza ditujukan kepada Hamas.

Namun Kepala jaksa ICC, Karim Khan, mengatakan ada alasan yang masuk akal untuk meyakini bahwa Netanyahu dan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant memikul tanggung jawab pidana atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Menurut Khan, perdana menteri dan menteri pertahanan Israel dicurigai telah melakukan kejahatan termasuk membuat warga sipil kelaparan sebagai metode peperangan, pembunuhan, dengan sengaja mengarahkan serangan terhadap penduduk sipil, dan pemusnahan.

Panel hakim di ICC sekarang harus mempertimbangkan apakah akan mengeluarkan surat perintah penangkapan tersebut dan, jika mereka mengeluarkan surat perintah tersebut, negara-negara yang menandatangani undang-undang ICC wajib menangkap orang-orang yang dimaksud.

Keputusan untuk mempidanakan pejabat senior Israel tersebut kini memunculkan banyak kecaman dari para pejabat di Amerika Serikat (AS). Termasuk anggota Parlemen dari Partai Republik, dan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS.

"Washington pada dasarnya menolak tindakan tersebut. Ini memalukan. ICC tidak memiliki yurisdiksi atas masalah ini," kata Menlu AS, Antony Blinken, dilansir dari BBC, Selasa 21 Mei 2024.sinpo

Komentar: