BNPB Buka Opsi Relokasi Rumah Warga Korban Banjir Sumbar

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 15 Mei 2024 | 13:04 WIB
Kepala BNPB Suharyanto meninjau banjir bandang di Sumbar. (SinPo.id/dok. BNPB)
Kepala BNPB Suharyanto meninjau banjir bandang di Sumbar. (SinPo.id/dok. BNPB)

SinPo.id - Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, pihaknya tengah mengkaji membuka opsi untuk merelokasi rumah warga korban banjir bandang di Sumatra Barat dan berada di dekat aliran sungai.

"Kami sudah memberikan rekomendasi di tahap transisi rehabilitasi rekonstruksi apakah ada relokasi, kalau ada relokasi maka pemerintah daerah menyiapkan lahan dan pemerintah pusat yang akan bangun. Bila tidak direlokasi, maka kami akan siapkan opsi lain seperti perbaikan," kata Suharyanto dalam keterangannya pada Rabu, 15 Mei 2024.

Suharyanto menjelaskan, rumah yang rusak,  akan diberikan bantuan stimulan rumah rusak dengan rincian nilai di antaranya Rp60 juta  untuk rusak berat, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp15 juta untuk rusak ringan.

Hal ini sebagai langkah percepatan penanganan darurat agar masyarakat dapat kembali memulai kehidupan dan penghidupannya sesegara mungkin.

"Rata-rata status tanggap darurat ini kan 14 hari, ini waktu yang cukup panjang jadi kita ingin melaksanakan secepat mungkin dari darurat ke rehabilitasi karena 14 hari ini bagi masyarakat cukup lama," kata dia.

Sebagai salah satu upaya percepatan penanganan darurat bencana banjir bandang lahar dingin dan tanah longsor, BNPB bersama BMKG akan menggelar operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC). 

Tujuannya guna mendukung proses evakuasi dan perbaikan sarana dan prasarana yang ada. Sehingga penanganan darurat tidak terhambat oleh cuaca buruk yang masih berpotensi terjadi sesuai prakiraan oleh BMKG untuk wilayah Sumatra Barat.

"Kami tidak ingin dalam usaha pada tahap tanggap darurat ini terhambat lagi prosesnya karena adanya turun hujan dan cuaca buruk sehingga adanya bencana susulan. Maka hari ini sudah bergerak pesawat untuk melakukan teknologi modifikasi cuaca besok kita lanjutkan lagi di wilayah Sumatra Barat diharapkan seminggu ke depan tidak ada hujan," urai Suharyanto.

Adapun data mutakhir berdasarkan laporan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB hari ini per pukul 18.35 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang Sumbar tercatat 58 orang, sementara korban hilang bertambah dari 27 menjadi 35 orang dalam pencarian.

Selain itu, untuk keluarga terdampak berjumlah 1.543 KK dan 33 orang mengalami luka-luka akibat bencana yang terjadi pada Sabtu, 11 Mei lalu.sinpo

Komentar: