Tanggapan Seorang Hamka B Kady terkait Longsor di Bandara Soetta

Redaksi
Kamis, 08 Februari 2018 | 16:37 WIB
Hamka B Kady - Foto: Istimewa
Hamka B Kady - Foto: Istimewa

Jakarta, sinpo.id - Longsornya tembok beton di underpass Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten menunjukkan adanya kelemahan pengawasan dalam pelaksanaan proyek. Bencana ini mengakibat seorang korban meninggal, seorang lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit. Kedua korban tertimpa longsor ketika kendaraan yang mereka tumpangi berada di lokasi saat kejadian.

Hamka B Kady yang merupakan Anggota Komisi V DPR RI menilai, bencana ini membuktikan adanya indikasi malkonstruksi akibat quality control dari pelaksana dan penanggung jawab proyek. Ini yang harus menjadi perhatian.

Hamka melihat, semua pekerjaan infrastuktur seakan dipaksakan harus selesai. Ini membuat kontrol kualitas kerap dikesampingkan. Akibatnya, jangankan pengguna, pekerja pun terkena risiko.

"Pekerja bisa cacat atau meninggal," ujarnya kepada sinpo.id, Kamis (8/2/2018).

Menurutnya, dalam kondisi seperti itu, pekerja dipaksa bekerja untuk mengejar target. Bahkan, kata dia, pekerja dipaksa bekerja sampai pagi.

"Padahal, manusia adalah manusia, bukan robot. Bisa saja akibat kelelahan sehingga berakibat fatal," tegasnya.

Hamka menyatakan perlu ada audit investigasi terhadap pekerjaan tersebut. Penanggung jawab proyek tidak bisa lepas tangan atas kejadian ini. Penanggung jawab harus bertanggung jawab.

Dia juga mengingatkan, setiap bangunan infrastruktur harus ada audit kualitas sebelum digunakan. Peran Pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat harus meningkatkan pengawasan terhadap bangunan infrastruktur.

Selain itu, kata Hamka, semua konsultan pengawas harus melaksanakan tugasnya dengan baik, tidak usah dikerjakan buru-buru. Pekerja harus bekerja berdasarkan jam kerja saja. Khusus pekerjaan yang berisiko seperti konstruksi, menurut dia, harus dikerjakan pada siang.

"Untuk menghindari macet siang hari seperti pembangunan MRT, harus ada analisis dampak lalu lintas sehingga pengaturan lalu lintas bisa dialihkan dengan terencana," pungkasnya.
 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI