BMKG Sebut Kualitas Udara di Jakarta Lebih Buruk dan Tak Sehat pada Malam Hari

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 29 Agustus 2023 | 05:25 WIB
Ilustrasi polusi udara (SinPo.id/ Pixabay)
Ilustrasi polusi udara (SinPo.id/ Pixabay)

SinPo.id -  Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab mengatakan kualitas udara di DKI Jakarta lebih buruk dan tidak sehat pada malam hari hingga menjelang pagi. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Diskusi Publik Quick Response Penanganan Kualitas Udara Jakarta, Senin 28 Agustus 2023.

"Kalau kita lihat siklus harian, PM 2,5 memang dalam siklus harian konsentrasi cenderung lebih tinggi pada malam hari. Malam hari itu relatif lebih tinggi hingga menjelang pagi. Kemudian, di pagi juga seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, konsentrasi PM 2,5 juga meningkat juga," ujarnya.

Menurut dia, kondisi buruknya kualitas udara dipengaruhi oleh lapisan inversi. Dia menjelaskan, ketebalan lapisan inversi saat malam hari mengecil sehingga konsentrasi PM 2,5 makin tinggi.

Kata dia, polutan ataupun partikel yang menyebabkan polusi itu kontributor kenapa cenderung tingginya di malam hari itu karena adanya yang disebut lapisan inversi 

"Itu lapisan pembalik," ujarnya

Partikel polusi tersebut berkumpul dan 'terjebak' di lapisan inversi. Kondisi itu juga yang menyebabkan langit di Jakarta terlihat 'keruh' karena banyak polusi terjebak di lapisan inversi.

"Kalau kita kenal suhu makin tinggi tempat makin dingin ya, tapi pada ketinggian tertentu dia akan tetap stabil suhunya, dia tidak turun, itu yang disebut lapisan inversi. Pada lapisan inilah polutan-polutan itu berkumpul. Ketika malam hari ketebalan lapisan inversi itu mengecil sehingga konsentrasinya akan semakin tinggi," tambahnya.sinpo

Komentar: