Dewan Pers SinPo

MA Berhentikan Hakim Agung Sudrajad Dimyati Usai Jadi Tersangka KPK

Laporan: Bayu Primanda
Jumat, 23 September 2022 | 18:02 WIB
Mahkamah Agung RI/dok: MA
Mahkamah Agung RI/dok: MA

SinPo.id -  Mahkamah Agung (MA) memberhentikan Hakim Agung Sudrajad Dimyati setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara.

Pemberhentian ini bersifat sementara hingga proses hukum berkekuatan tetap.

Sejauh ini, Sudrajad telah ditahan lembaga antikorupsi untuk 20 hari pertama.

"Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan kalau atau jika aparatur pengadilan itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan maka MA akan mengeluarkan surat pemberhentian sementara terhadap aparatur tersebut guna mengahadapi pemeriksaan dengan sebaik-baiknya," ujar Ketua Kamar Pengawasan MA, Zahrul Rabain dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, 23 September 2022.

Zahrul mengungkapkan keprihatinan MA atas kasus suap yang menjerat Sudrajad Dimyati.

Meski demikian, KPK mengapresiasi proses hukum yang dilakukan KPK sebagai upaya membersihkan aparatur di lingkungan peradilan yang merupakan visi MA.

Zahrul menyebut MA selama ini berusaha dan tidak henti-hentinya meningkatkan kredibilitas aparatur pengadilan.

"Oleh sebab itu kami dari MA akan memberikan sepenuhnya mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan oleh KPK dan kami menyerahkan permasalahan ini ke dalam proses hukum berlaku yang sesuai ketentuan perundang-undangan yang dilakukan oleh KPK," katanya.

Ditegaskan, MA mendukung KPK mengusut tuntas kasus dugaan suap terkait penanganan perkara ini. Bahkan, Zahrul menyatakan, MA akan memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan KPK untuk menuntaskan kasus ini.

"Oleh sebab itu kami dari MA akan menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada KPK untuk menyelesaikannya secara hukum. Tentu saja dengan mengemukakan asas praduga yang tidak bersalah sesuai dengan asas hukum pemeriksaan kita," katanya.

Diketahui, KPK menetapkan Sudrajad Dimyati sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara.

Tak hanya Sudrajad, KPK juga menetapkan sembilan orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka, yakni hakim yustisial atau panitera pengganti MA, Elly Tri Pangestu; PNS pada Kepaniteraan MA, Desy Yustria dan Muhajir Habibie; PNS MA, Redi dan Albasri; pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno; serta swasta atas nama Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto.

Penetapan tersangka ini dilakukan KPK setelah memeriksa secara intensif sejumlah pihak yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Semarang.

Tersangka Sudrajad, Desy, Elly Tri, Muhajir, Redi, dan Albasri sebagai tersangka penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf c atau huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Heryanto, Yosep, Eko, dan Ivan Dwi sebagai tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf c UU 31/1999 juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.sinpo

Komentar:
BONGKAR
Aplikasi Sinpo
POJOK SINPO
"Prabowo Harus Jadi Presiden"
"Mas Bowo harus jadi presiden, kali ini harus jadi dan harus menang."
Mantan Danjen Kopassus, Jenderal (Purn) Subagyo HS
BERITATERPOPULER