Penyebab Utama Bangkrutnya Sri Lanka Karena Terjerembab Jebakan Utang China

Laporan: Tri Bowo Santoso
Kamis, 21 Juli 2022 | 18:29 WIB
Ilustrasi jebakan utang China
Ilustrasi jebakan utang China

SinPo.id - Penyebab utama krisis ekonomi di Sri Lanka diduga karena terjerembab jebakan utang China. Hal ini seharusnya menjadi peringatan bagi negara-negara lain untuk waspada terhadap modus operandi negeri tirai bambu itu.

Sebagaimana diketahui, China merupakan kreditur terbesar bagi Sri Lanka, dan menyumbang sekitar 10 persen dari total utang luar negeri di negara tersebut.

China sudah menggelontorkan pinjaman kepada  Sri Lanka sejak tahun 2000 hingga 2020 dan tercatat mendekati 12 miliar dolar AS. Sebagian besar masuk dalam megaproyek infrastruktur, termasuk fasilitas pelabuhan di Hambantota, kampung halaman mantan Presiden Gotabaya Rajapaksa.

Berdasarkan laporan The Washington Post, pelabuhan itu telah diserahkan secara efektif ke China sekitar setengah dekade lalu. Hal itu akibat Sri Lanka tidak dapat melunasi pinjaman serta melakukan restrukturisasi utangnya.

"Alih-alih memanfaatkan cadangan terbatas yang kami miliki dan merestrukturisasi utang di muka, kami terus melakukan pembayaran utang sampai kehabisan semua cadangan," ungkap Menteri Keuangan Sri Lanka periode April-Mei 2022, Ali Sabry.

"Jika realistis kami seharusnya melakukan restrukturisasi (ke IMF) setidaknya 12 bulan sebelum kami melakukannya," tambahnya.

Jebakan utang China di Sri Lanka menjadi pengingat dan imbauan terkait kesalahan pemerintah. Hal ini juga disuarakan oleh Peter Hartcher lewat tulisannya di Sydney Morning Herald.

"(Sri Lanka) adalah keruntuhan besar pertama yang tidak terkendali di mana China adalah pemberi pinjaman yang dominan. Ini membuka pertanyaan besar tentang nasib negara-negara pada posisi paling rentan," tuturnya.

Pakar internasional memperingatkan negara-negara lain yang terlilit utang itu termasuk dari Laos di Asia Tenggara hingga Kenya di Afrika Timur. Bagaimana dengan proyek China di Indonesia, seperti kereta cepat Jakarta-Bandung serta infrastruktur lainnya yang masih mangkrak? 
 

 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI