Dewan Pers SinPo

Telisik Korupsi Budhi Sarwono, Eks Bupati Banjarnegara Djasri Diperiksa KPK

Laporan: Khaerul Anam
Rabu, 29 Juni 2022 | 13:43 WIB
Kantor KPK Jakarta/net
Kantor KPK Jakarta/net

SinPo.id -  Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Bupati Banjarnegara Djasri terkait kasus korupsi proses pengadaan barang dan jasa di pemerintahan Kabupaten Banjarnegara tahun 2019-2021 dan dugaan penerimaan Gratifikasi.

Bupati yang menjabat pada periode 2001-2006 itu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono (BS).

"Hari ini pemeriksaan saksi TPK di pemerintahan Kabupaten Banjarnegara Tahun 2019-2021 untuk tersangka BS," kata Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/6).

Ali menjelaskan, pada pemeriksaan tersebut tim penyidik lembaga antirasuah juga memanggil tiga saksi lainnya yaitu Suyanto, pihak swasta PT Zein Global Kontraktor; Widhi Oscar Dhani, swasta PT. Multi Rejeki Scienceindo; dan Tjandra Tedja, swasta PT. Tunas Bahana Sparta.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Kepolisian Resor Kota Yogyakarta, Jl. Reksobayan No.1, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, D.I Yogyakarta," ujar Ali.

Sebelumnya, KPK menemukan dugaan adanya perbuatan pidana lain yang dilakukan oleh Bupati Banjarnegara nonaktif Budhi Sarwono. Hal itu diperoleh setelah tim penyidik KPK melakukan pengusutan pada perkara awal dan menemukan permulaan buki yang cukup.

Perkara tersebut yaitu dugaan tindak pidana korupsi terkait proses pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan kabupaten Banjarnegara tahun 2019-2021 dan dugaan penerimaan Gratifikasi. Saat ini proses pengumpulan alat bukti sedang berjalan diantaranya dengan agenda pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi.

Seperti diketahui Bupati Banjarnegara nonaktif Budhi Sarwono sudah dijerat pada dua perkara di lembaga antirasuah. Pertama terkait perkara suap dalam pekerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara.

Pada kasus ini, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Semarang telah memvonis Budhi Sarwono dengan hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp700 juta subsider enam bulan penjara.

Sementara kasus berikutnya yaitu tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan pada perkara suap. Saat ini prosesnya masih berjalan dengan pemanggilan saksi-saksi.

Dalam perkara Pencucian Uang, KPK juga telah menyita aset milik tersangka Bupati Banjarnegara nonaktif Budhi Sarwono (BS) senilai Rp10 miliar.

Dalam kasus TPPU tersebut, diduga ada upaya maupun tindakan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan yang bersumber dari tindak pidana korupsi. Diantaranya dengan dibelanjakan dalam bentuk berbagai aset baik bergerak maupun tidak bergerak.sinpo

Komentar: